KARAWANG – Limbah cair hitam pekat dibuang oleh orang tak dikenal ke kawasan hutan kota di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat.
Limbah yang diduga beracun itu nampak mengeluarkan bau. Rumput-rumput di sekitar lokasi pencemaran bahkan gosong dan mati.
Atam, perawat hutan kota menuturkan, mulanya ia sempat kaget saat mengetahui banyak ikan yang mati dan empang di hutan kota menghitam.
Baca juga: Belasan Ribu APK di Karawang Bakal Ditertibkan Pada Masa Tenang
“Setelah saya telusuri ternyata ada yang buang limbah. Limbahnya ini baunya menyengat, warnanya hitam seperti oli tetapi bukan oli. Dan saya lihat seperti panas karena rumput langsung kering dan mati gosong,” kata dia, Sabtu (10/2).
Dari pengamatannya, lokasi pembuangan limbah itu ada di tiga titik di sekitar perairan hutan kota.
Tetapi, sambung dia, ini bukan pertama kali terjadi, karena sebelumnya area hutan kota sudah sering dicemari limbah beracun hingga enam kali.
Baca juga: Gelar Baksos di Ciampel, Kegiatan Brimob Disambut Baik Warga
Alhasil tumbuhan dan hewan di sekitar hutan kota pun banyak yang mati. “Bahkan selain ikan, saya juga menemukan ular sanca cukup besar mati di sekitar lokasi pembuangan limbah,” bebernya.
Atam mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait. “Kita sudah lapor ke Dinas LH (Lingkungan Hidup), tinggal nunggu tindakan,” katanya.
Ulah Oknum Transporter
Plt Kepala Dinas LH, Agus Sanusi mengaku sudah mendengar laporan pencemaran di hutan kota. Dia bilang, pembuang limbah itu merupakan oknum transporter nakal.
“Karena memang di sekitaran lokasi yang gelap, hal tersebut digunakan oknum transporter nakal untuk buang limbah,” kata Agus saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
“Infonya kejadian serupa juga pernah terjadi di lokasi yang gelap, seputaran pintu tol Karawang barat,” sambungnya.
Baca juga: Komisi II DPR RI Lakukan Pengecekan Gudang Logistik KPU di Karawang
Hanya saja, dia belum bisa memastikan apa jenis limbah tersebut. Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas LH disebutnya masih melakukan penyelidikan.
“Kita belum bisa memastikan itu jenis limbah apa, termasuk kita juga masih mencari tau itu dari perusahaan yang sama atau bukan,” jelasnya. (*)














