Beranda Headline Hendak Liputan Limbah Medis, Lira Medika Malah Usir Wartawan

Hendak Liputan Limbah Medis, Lira Medika Malah Usir Wartawan

BEPAS, KARAWANG- Wartawan Karawang Bekasi Ekspres (KBE), Hudri Amin diduga menerima perlakuan tidak menyenangkan dari manajemen Rumah Sakit Lira Medika, Jumat (14/2).

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi, Hudri diduga diusir oleh manajemen Lira Medika saat mengikuti jalannya pertemuan antara manajemen rumah sakit dengan pihak Yayasan Putra Karawang membahas kasus dugaan pembuangan limbah medis.

Awalnya, sepenuturan Hudri, ia mendapat informasi perihal pertemuan tersebut dan mendatangi Rumah Sakit Lira Medika di Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, untuk tujuan konfirmasi berita.

Di lokasi, Hudri mendatangi customer service Lira Medika. “Dari mana mas?” kata petugas. “Dari koran KBE, mau liput pertemuan,” balas Hudri.

Setelah menunggu, Hudri diarahkan ke ruang pertemuan. Di sana, Hudri mengambil gambar dan merekam jalannya pertemuan lewat rekaman suara.

Kesaksian Hudri, sempat terjadi cekcok antara pihak rumah sakit dan yayasan. Di antara perdebatan itu, seseorang menyadari kehadiran Hudri dan bertanya. “Dari KBE,” balas Hudri, menjawab pertanyaan.

Baca juga: Geram RS Lira Medika Kerap Bermasalah, Askun Minta Polisi Bertindak

Lalu, Hudri diduga diusir dari ruangan. Di luar, perwakilan Lira Medika menghampirinya. Lalu datang pihak sekuriti rumah sakit. Ia lalu digiring ke pos sekuriti.

Di dalam ruangan, Hudri diinterogasi. Ada yang memintanya menghapus foto dan rekaman suara yang ia simpan. Tapi, Hudri menolak.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi KBE, Suhlan Pribadi menyatakan akan menuntut manajemen Lira Medika untuk minta maaf. “Jelas telah ada upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik yang telah dilindungi Undang-Undang nomor 40 tahun 1999.”

“Jika tidak (upaya permintaan maaf), kami akan membuka laporan polisi atas kejadian yang menimpa jurnalis kami,” sambung Suhlan.

Pernyataan Suhlan diamini oleh Redaktur Pelaksana KBE, Mahesa Bahagiastra. “Kami sedang mengkaji. Tadi saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan redaksi dan perusahaan. Besok kami putuskan soal kemungkinan membuka laporan kepolisian.” (fzy/kie)