Beranda Headline Dishub Karawang Targetkan Revitalisasi Seluruh Halte Rusak pada 2026

Dishub Karawang Targetkan Revitalisasi Seluruh Halte Rusak pada 2026

46
Dishub karawang
Progres revitalisasi halte di Jalur Ahmad Yani, Karawang, yang menjadi model standar untuk perbaikan halte 2026. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan revitalisasi seluruh halte pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya halte rusak akibat usia, cuaca, hingga coretan liar.

Plt Kepala Bidang Prasarana Dishub Karawang, Niken Dihe Lifitri Desky, menjelaskan bahwa terdapat 18 halte di Kabupaten Karawang yang masuk kategori rusak dan perlu penanganan segera.

Sebagai tahap awal pada 2025, Dishub telah melakukan revitalisasi dua halte di Jalan Ahmad Yani, yaitu halte Mesjid Al-Jihad dan halte SMAN 1 Karawang.

Baca juga: UNSIKA Jadi Tuan Rumah Konferensi Hukum Ketenagakerjaan Nasional 2025

“Untuk tahun 2025 ada dua lokasi. Halte Al-Jihad sudah selesai, sementara halte SMAN 1 progresnya baru 50 persen. Ini bagian dari upaya kita untuk membuat keseragaman desain halte ke depan,” ujar Niken saat ditemui, Senin (17/11/2025).

Niken merinci bahwa anggaran revitalisasi halte Al-Jihad mencapai Rp163.424.000, sedangkan halte SMAN 1 sebesar Rp135.680.000. Untuk tahun 2026, pembiayaan revitalisasi halte direncanakan menggunakan CSR perusahaan-perusahaan di Karawang.

“Tahun ini memakai APBD II. Tahun depan kita upayakan menggunakan CSR, bahkan proposalnya sudah disiapkan,” jelasnya.

Selain membangun, Dishub juga menyiapkan langkah preventif agar halte yang sudah direvitalisasi tidak kembali rusak, terutama akibat tindakan vandalisme maupun penyalahgunaan fasilitas umum.

Baca juga: Bareskrim Turun Tangan, Kasus Anak Disabilitas Tewas Dikeroyok di Karawang Diusut Tuntas

“Desain halte dibuat agar tidak mudah digunakan untuk nongkrong atau tidur. Jika ada yang merusak seharusnya ada sanksi, tapi karena tidak ada CCTV kita sulit mengidentifikasi pelakunya. Kami tetap optimis masyarakat akan makin sadar pentingnya menjaga fasilitas umum,” tutup Niken. (*)