Beranda Kesehatan Dinkes Karawang Targetkan Sub PIN Polio Putaran Kedua Capai 98,6 Persen

Dinkes Karawang Targetkan Sub PIN Polio Putaran Kedua Capai 98,6 Persen

89
Pelaksanaan Sub PIN Polio di Karawang (Foto: El)

KARAWANG- Pelaksanaan Sub PIN Polio putaran kedua telah dibuka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang targetkan capaian 98,6 persen dari putaran sebelumnya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyampaikan, pada Sub PIN Polio putaran pertama Dinkes Karawang berhasil mencapai 98 persen dari target 95 persen yang ditentukan oleh Provinsi.

Cellica berharap, pada putaran kedua ini Pemerintah Daerah bisa menjemput bola dan mensosialisasikan Sub PIN Polio agar target capaiannya merata.

“Batch pertama 98 persen, jadi harapannya di batch kedua ini bisa terealisasi lebih. Dinkes harus mengejar dan jemput bola. Ini perlu kerja keras dari kita semua, kita ingin para anak tumbuh kembang sesuai dengan yang kita harapkan,” ucap Bupati pada acara pembukaan Sub PIN Polio di Desa Sirnabaya, Telukjambe Timur pada Senin, (15/5).

Baca juga: Dinkes Karawang Sosialiasi Perda Penanggulangan TBC kepada Eleman Masyarakat

Endang Suryadi, Kepala Dinkes Karawang menyebutkan, saat ini capaian Karawang berada diurutan 11 se-provinsi Jawa Barat. Ia berharap pada putaran kedua, Dinkes bisa mendekati angka 100 persen atau lebih.

“Kita nomer 11 di provinsi, rata-rata 98, 99 persen. Jadi kita harap bisa mendekati 100 persen, syukur-syukur lebih,” ungkapnya.

Endang menambahkan, ada 2 strategi yang diterapkan pihaknya dalam mengeksekusi Sub PIN Polio, yakni; mengejar wilayah yang capaiannya kecil (di putaran pertama) dan strategi swiping pasca pelaksanaan Sub PIN Polio serentak.

“Ada 2 strategi, kita ngerajk daerah kantong yang kemarin masih belum merata, sasarannya dapet dikit. Kita kejar, capaiannya harus tinggi. 95 persen itu harus rata, tidak ada desa yang di bawah 95 persen,” katanya.

Baca juga: Jangan Sepelekan Penyakit ISPA, Catat Ini Tips Cegah ISPA

“Kita juga lakukan swiping segera, setelah beres periode tanggal 15 sampai 21, 5 hari setelahnya kita swiping. Siang sore kita kejar dan cari mana yang belum di vaksin,” tambahnya.

Ia berpesan kepada para orang tua yang belum mengantar anaknya untuk di vaksin untuk segera datang ke posko Sub PIN Polio. Sebab, apabila tidak divaksin anak akan berisiko terkena cacat yang permanen.

“Jika ada yang tidak mau, bantu bujuk. Karena kalau kena polio sulit sembuh, bisa jadi cacat permanen,” pungkasnya.