Beranda Headline Dinkes Karawang Imbau Waspada Virus HMPV, Jangan Panik

Dinkes Karawang Imbau Waspada Virus HMPV, Jangan Panik

25
Virus HMPV
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik terhadap keberadaan Virus Human Metapneumovirus (HMPV).

Virus HMPV saat ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan merebak di wilayah utara Tiongkok.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan bahwa HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

Baca juga: Penanganan Anemia di Karawang: Angka Menurun, Program Gres Kece Berhasil

“Virus ini menyebabkan gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Namun, HMPV tidak sama dengan Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ungkap Yayuk pada Rabu, 15 Januari 2025.

Penyakit ini, lanjutnya, dapat menyebar melalui droplet (percikan pernapasan) atau benda yang terkontaminasi. Untuk mencegahnya, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Masa penularannya biasanya berlangsung tiga hari. Jika ada gejala, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu lebih waspada,” jelasnya.

Yayuk juga menegaskan bahwa hingga saat ini, Dinkes Karawang belum menerima laporan adanya kasus atau suspek HMPV di wilayah Karawang.

Baca juga: PN Karawang Klarifikasi Perubahan Putusan Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan

“Alhamdulillah, di Karawang belum ditemukan kasus HMPV. Kami terus berupaya mencegah virus ini masuk ke wilayah kita. Tetap waspada, namun tidak perlu panik,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun Dinkes Karawang belum memiliki alat khusus untuk mendeteksi HMPV, pemerintah daerah dan pusat terus mengambil langkah antisipasi agar virus ini tidak menyebar di Indonesia. (*)