beritapasundan.com – Gaya retro Amerika yang identik dengan nuansa vintage dan klasik kini menjadi tren baru di kalangan Gen Z Indonesia. Mulai dari pakaian, aksesori, hingga dekorasi rumah, semuanya terinspirasi dari era 70-an hingga 90-an. Popularitas gaya ini tak lepas dari pengaruh media sosial, yang kerap menghadirkan konten bertema retro sebagai inspirasi fashion dan gaya hidup.
Di dunia fashion, tren ini terlihat dari maraknya penggunaan pakaian dengan motif floral, denim high-waist, jaket kulit, hingga kaus bergrafis vintage. Tak hanya itu, sepatu sneakers klasik, seperti Converse Chuck Taylor atau Vans Old Skool, juga kembali digandrungi. Gen Z Indonesia memadukan elemen-elemen ini dengan gaya modern, menciptakan tampilan yang segar dan unik.
Dalam hal aksesori, kacamata bulat, bandana, dan tas bahu kecil menjadi item favorit. Sementara itu, dekorasi rumah bergaya retro Amerika juga mulai diminati. Furnitur berbahan kayu, lampu neon, hingga poster-poster klasik menjadi pilihan untuk menciptakan suasana nostalgic di rumah.
Menurut para ahli mode, daya tarik gaya retro Amerika terletak pada kesan timeless yang dihadirkannya. Gaya ini juga mencerminkan keinginan Gen Z untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan berbeda dari arus utama. Selain itu, tren ini dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya pop masa lalu yang kini diromantisasi.
Meski terinspirasi dari masa lalu, Gen Z Indonesia tetap memberikan sentuhan lokal pada tren ini. Misalnya, mereka memadukan pakaian retro dengan kain tradisional seperti batik atau tenun, menciptakan gaya yang autentik sekaligus modern.
Baca juga:Â Gen Z: Antara Stigma Malas dan Gaya Hidup Modern
Dengan daya tariknya yang kuat dan fleksibilitas dalam beradaptasi, gaya retro Amerika diprediksi akan terus menjadi tren yang digemari Gen Z Indonesia di tahun-tahun mendatang. (*)














