Beranda News Dana Raksasa FIFA–Saudi Siap Bangun Stadion Dunia di Negara Berkembang

Dana Raksasa FIFA–Saudi Siap Bangun Stadion Dunia di Negara Berkembang

8
Presiden FIFA saat menjalin MoU dengan Arab Saudi (Foto: Ist)

Beritapasundan.com- Dunia sepak bola global memasuki fase baru yang bukan sekadar soal pertandingan, melainkan soal peta kekuatan ekonomi dan diplomasi olahraga. FIFA menggandeng Saudi Fund for Development (SFD) mengucurkan dana hingga USD 1 miliar atau sekitar Rp16 triliun dalam bentuk pinjaman lunak guna membangun dan merenovasi stadion di negara-negara berkembang.

Kesepakatan yang diteken Presiden FIFA Gianni Infantino bersama CEO SFD Sultan bin Abdulrahman Al-Marshad di Zurich, Swiss, Senin (24/11), bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga sinyal kuat bahwa Arab Saudi kian memantapkan posisinya sebagai aktor kunci dalam industri sepak bola global.

FIFA menegaskan bahwa pembiayaan tersebut akan difokuskan untuk negara-negara yang selama ini terkendala pembiayaan pembangunan stadion berstandar internasional. Infantino menyebut program ini sebagai upaya konkret menjadikan sepak bola benar-benar inklusif dan global, bukan monopoli negara kaya.

“Banyak federasi anggota yang memiliki semangat besar, tetapi terhambat keterbatasan infrastruktur. Melalui akses pembiayaan ini, kami ingin membuka pintu bagi lebih banyak negara untuk menjadi tuan rumah event kelas dunia,” kata Infantino.

Bagi Indonesia, skema ini dinilai sebagai peluang strategis sekaligus ujian kesiapan pemerintah dalam memanfaatkan pembiayaan internasional secara efektif. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kolaborasi ini dapat menjadi jalan pintas menuju pemerataan kualitas stadion nasional.
“Ini kesempatan emas. Soal pembangunan stadion hari ini bukan lagi sekadar fasilitas olahraga, tapi instrumen pembinaan atlet, ekonomi daerah, dan citra negara,” ujar Erick.

Ia menambahkan, stadion berstandar FIFA bukan hanya soal infrastruktur, melainkan pintu masuk bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke kalender kompetisi internasional dan industri olahraga global.

Kolaborasi FIFA–SFD juga menandai pergeseran arah investasi Arab Saudi yang semakin agresif ke sektor olahraga sebagai bagian dari strategi soft power. Sepak bola bukan lagi semata olahraga, tetapi menjadi kendaraan diplomasi dan investasi jangka panjang.

Jika dimanfaatkan optimal, program ini bukan hanya menghadirkan stadion megah, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan sepak bola nasional berbasis tata kelola, pembinaan usia dini, dan pertumbuhan ekonomi lokal.