KARAWANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang mencatat, jumlah penduduk miskin di tahun 2021 sebanyak 210, 78 ribu dan 199, 91 ribu di tahun 2022.
Robert Pardosi, Kepala BPS Karawang menyebutkan, dalam menghitung indeks kemiskinan ada 3 indikator, yaitu P0, P1 dan P2.
“Indikator kemiskinan makro ada beberapa, P0 (prosentase kemiskinan), P1 (indeks kedalaman kemiskinan) dan P2 (indeks keparahan kemiskinan),” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, (16/2/2023).
Baca juga: Soal Dana Hibah, Kopri PMII Karawang Nilai Cellica Ceroboh
Ia juga menjelaskan, dalam melihat indeks kemiskinan seyogyanya memperhatikan ketiga indeks.
“Yang perlu kita perhatikan, kita tidak hanya lihat dari satu indikator saja, penurunan memang cukup bagus. Tapi kita juga harus memperhatikan indeks lainnya,” jelasnya.
Pasalnya, indeks prosentase kemiskinan memang menurun. Namun, indeks kedalaman dan keparahan mengalami peningkatan angka.
Indeks P1 sebesar 1,27 di tahun 2021 dan meningkat jadi 1,58 di tahun 2022. Sedangkan indeks P2 angkanya tercatat 0,29 di tahun 2021 dan 0,41 di tahun 2022.
Baca juga: Pemda Karawang Gelontorkan 10 Miliar Dana Hibah untuk Polda Jabar
“Agak turun sedikit dari garis kemiskinan, tapi indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan ada peningkatan sedikit,” kata Robert.
Wahyu menerangkan, upaya yang dituju adalah menggeser atau melewati garis kemiskinan. Saat ini BPS Karawang tengah menyiapkan 150 petugas yang sedang dilatih untuk bergerak (survey) ke lapangan.
“Terdiri dari pencaca dan pengawas. Akan dimulai survey updating rumah tangga dahulu, kemudian dilanjut ke tahap pencacahan sampel,” terangnya.
Baca juga: Pendi Anwar Sambut Baik Mantan Ketua KPU Nyaleg di Partai Demokrat Karawang
Ia mengaku, di tahun 2022 BPS Karawang berhasil mengambil sampel dan terdata 100 persen, sedangkan kendala pendataan yang dialami pihaknya adalah responden.
“Responden malas di data, mereka tidak menolak tapi merasa malas. Lalu bila ke wilayah yang penduduknya elit, mereka hanya memberikan waktu sebentar,” katanya.
“Yang kita tuju menurunkan angka kemiskinan dan menaikan kondisi kedalaman menjadi makin kecil dan keparahannya juga makin kecil,” pungkasnya.














