
“Potensi angin besar puting beliung ini cukup rawan terjadi dibagian pesisir. Meskipun menurun, di bulan April saja, ada 1 kerusakan berat 12 kerusakan sedang yang disebabkan oleh angin puting beliung,” tambahnya.
Mahfudin, Kepala BPBD Karawang menyampaikan, untuk mengantisipasi tiap-tiap potensi bencana. Pihaknya melakukan penanggulangan pasca bencana dan menempatkan 40 satgas diseluruh kecamatan yang ada di Karawang.
“Karena kita memiliki potensi bencana, kehati-hatian dan Kesiapsiagaan harus muncul dari masing-masing perorangan. Tapi kita juga menurunkan satgas, mereka jadi mata dan telinga kita di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga turut membantu korban bencana dari segi logistik. Bantuan yang diberikan berupa sembako dengan jumlah 4.781 paket. Mahfudin menggarisbawahi bahwa pihaknya hanya memberikan bantuan yang sifatnya stimulan, sebab bantuan terkait bangunan rusak bukan termasuk ranah BPBD.
Baca juga: Hardiknas 2023, Wabup Aep Gaungkan Gerakan Merdeka Belajar
“Kita kasih bantuan yang sifatnya stimulan, tidak besar-besar amat seperti sembako. Kalau ada kerusakan berat bukan ranah BPBD lagi, kami tidak memiliki anggaran untuk pembangunan,” katanya.
Sejak hari kesiapsiagaan bencana, dari mulai tanggal (26/4) hingga tahun berikutnya BPBD akan terus menyampaikan secara massif kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana baik alam maupun non alam yang ada di Karawang.
Sebab, melihat dari kondisi saat ini sudah mulai terjadi peningkatan suhu dan melihat di tempat-tempat lain sampai ada yang kebakaran hutan. Dari sekarang pihaknya telah mengantisipasi apabila nanti terjadi kekeringan yang tidak diinginkan di musim kemarau ini.
“Kita harus meningkatkan antisipasi, BPBD harus pastikan bagaimana caranya agar tidak ada korban-korban jiwa berjatuhan. Kewaspadaan harus kita jaga bersama,” pungkasnya.













