
Disebutkan Sarji, salah satu kendala dalam menjalankan program ini adalah pembiayaan. Karena di lapangan banyak ditemui para lansia yang tidak memiliki keluarga dan membutuhkan bantuan biaya.
“Pasti ada kendala, apalagi lansia butuh perhatian khusus. Kendala biaya dari pemerintah, karena dari BKKBN tidak memberikan biaya khusus, hanya menyumbagsihkan program,” katanya.
Kepala Seksi Pemberdayaan Ketahanan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Yayan Supiharya menambahkan, untuk mensukseskan program ini, Karawang memiliki kader BKL sebanyak 256 secara keseluruhan, 149 BKL telah memiliki SK dan 60 BKL masuk ke dalam program prioritas negara.
Baca juga: Dewan Jabar Gelar Reses di Desa Karawang Kulon, Soroti Beberapa Hal Ini
“Kami melaksanakan sosialisasi untuk perawatan jangka panjang lansia, nanti para BKL yang turun di lapangan sebagai volunteer,” tambahnya.
Di Karawang sendiri, baru 1 kecamatan yang telah menjalankan projek sekolah lansia dan jumlah siswanya mencapai 25 sampai 30 orang (lansia).
“Pilot projek baru di Kecamatan Tirtamulya sekolah lansianya sudah wisuda, rencana kedepan tentu akan diterapkan lebih luas di kecamatan lain,” pungkasnya.













