KARAWANG – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Karawang bantah akan melakukan demonstrasi terkait dana hibah 10 miliar yang diberikan Pemda Karawang untuk Polda Jawa Barat.
Kepala Satuan Banser Karawang, Nur Hojin, S.Pdi membantah Banser akan melakukan demonstrasi dengan elemen masyarakat lainnya.
Pasalnya, kata Nur Hojin, pihak LBH Arya Mandalika tidak pernah ada koordinasi kepadanya, namun amat disayangkan karena telah mencatutut nama Banser dalam aksi dana hibah 10 miliar tersebut.
“Berkaitan dengan aksi hari ini ke Pemda tidak ada agenda Banser untuk aksi, itu tidak benar, tidak ada koordinasi secara organisasi,” kata Nur Hojin lewat sambungan telepon, Rabu (5/4/2023)
Baca juga: Soal Dana Hibah, Ketua GP Ansor Karawang: Sangat Diluar Nalar
Menurut Nur Hojin, dalam surat pemberitahuan ke Intelkam Polres Karawang nama Banser dicatut, padahal Banser sama sekali tidak ada agenda aksi dibulan Ramadhan ini.
“Saya juga sudah koordinasi dengan Ketua GP Ansor Karawang, Sahabat Ade Permana bahwa benar, nama Banser dicatut oleh Saudara Hendra Supriatna dari LBH Arya Mandalika,” jelasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi ke Ketua GP Ansor Karawang, pihaknya membenarkan bahwa nama Baser telah dicatut dalam aksi dana hibah 10 miliar tersebut.
Baca juga: Pemda Karawang Gelontorkan 10 Miliar Dana Hibah untuk Polda Jabar
“Betul telah dicatut oleh Sahabat Hendra Supriatna, kita sama sekali tidak pernah diundang untuk rapat bahkan koordinasi pun tidak ada,” ujarnya.
Ade menambahkan di Bulan Ramadhan, GP Ansor maupun Banser tidak memiliki agenda aksi dana hibah.
“Tidak ada agenda kearah situ ya, kita fokus saat ini membuat posko mudik di beberapa titik, agar mudik tahun ini bisa berjalan lancar dan aman,” tutupnya. (ddi)














