
KARAWANG – Menjelang HUT RI ke-80, komunitas Karawang Walking Tour (KWT) menggelar aksi bersih-bersih di Kantor Eks-Kawedanaan Rengasdengklok, salah satu cagar budaya yang menjadi saksi bisu peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, khususnya upacara kemerdekaan pada 16 Agustus 1945.
Kegiatan ini melibatkan volunteer dari berbagai daerah. KWT mengajak masyarakat untuk turut membersihkan bangunan bersejarah yang kondisinya kini memprihatinkan. Kantor Eks-Kawedanaan Rengasdengklok tampak terbengkalai, bahkan sejumlah properti di dalamnya, seperti papan dampar, dilaporkan hilang dicuri.
Para volunteer membawa perlengkapan seperti cerulit, golok, cangkul, sapu lidi, hingga sapu injuk. Mereka membersihkan area dari pukul 10.00 WIB, memotong rumput liar dan ilalang yang menjulang tinggi.
Baca juga: HUT RI ke-80, Unsika Karawang Gelar Perlombaan dan Upacara Bendera Berkebudayaan
“Lumayan melelahkan, karena ilalangnya sudah tinggi. Bahkan, kami menemukan barang tak pantas seperti kondom dan bungkus komik di area cagar budaya ini,” kata Hana Nada, Founder KWT, Kamis (14/8/2025).
Hana menegaskan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya. “Kegiatan ini kolaborasi KWT dengan masyarakat Rengasdengklok dan komunitas Cikampek. Tujuannya melestarikan peninggalan sejarah bangsa,” ujarnya.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Karawang, Dharma Putra Gotama, yang hadir di lokasi, menjelaskan bahwa Kantor Eks-Kawedanaan Rengasdengklok adalah tempat bersejarah peristiwa penurunan bendera Jepang dan pengibaran bendera merah putih pada 16 Agustus 1945.
Baca juga: KKN UBP Karawang di Pasirjengkol, Program NIB dan Leuweung Hejo Tuai Pujian
“Lokasi ini tak lepas dari sejarah penculikan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok. Nilainya sangat penting bagi kemerdekaan bangsa. Sayangnya, kondisinya kini memprihatinkan meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya,” pungkasnya. (*)













