beritapasundan.com – Meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, ada beberapa negara yang menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan hijab di ruang publik. Kebijakan ini sering memicu kontroversi dan protes, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional. Berikut adalah lima negara mayoritas Muslim yang melarang penggunaan hijab dalam berbagai konteks:
1. Turki
Turki pernah memberlakukan larangan ketat terhadap penggunaan hijab di lembaga pemerintah dan sekolah. Kebijakan ini diperkenalkan di bawah pemerintahan sekuler, dengan tujuan memisahkan agama dari negara. Meski larangan hijab di ruang publik telah dilonggarkan pada era kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan, beberapa lembaga publik dan militer masih menerapkan aturan tersebut.
Baca juga: Deretan Kota Paling Toleran dan Intoleran di Indonesia
2. Tunisia
Di Tunisia, penggunaan hijab dilarang di institusi publik selama rezim sekuler Habib Bourguiba dan Zine El Abidine Ben Ali. Meski larangan ini dicabut setelah revolusi Arab Spring, negara ini tetap menjaga aturan yang ketat dalam beberapa konteks tertentu. Pemerintah Tunisia beralasan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi nilai-nilai sekularisme di negara tersebut.
3. Tajikistan
Tajikistan, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, melarang hijab di sekolah dan lembaga publik. Pemerintah Tajikistan menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah radikalisme dan mempromosikan nilai-nilai nasionalisme. Namun, banyak pihak mengkritik langkah ini sebagai upaya untuk mengekang kebebasan beragama.
4. Uzbekistan
Uzbekistan memberlakukan aturan ketat terkait simbol keagamaan, termasuk hijab. Sejak masa pemerintahan Islam Karimov, Uzbekistan berusaha mengurangi pengaruh agama dalam kehidupan publik. Penggunaan hijab dilarang di lembaga-lembaga pendidikan dan pemerintahan, meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim.
5. Kazakhstan
Kazakhstan juga melarang penggunaan hijab di sekolah-sekolah umum. Pemerintah Kazakhstan mengklaim bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga identitas nasional dan sekularisme. Larangan ini menimbulkan protes dari masyarakat yang merasa bahwa kebijakan tersebut melanggar hak kebebasan beragama.
Baca juga: Deretan Negara Dengan Sistem Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia
Kesimpulan
Meski mayoritas penduduknya beragama Islam, negara-negara ini menerapkan kebijakan pelarangan hijab untuk alasan yang bervariasi, mulai dari menjaga sekularisme hingga mencegah radikalisme. Kebijakan ini menimbulkan perdebatan mengenai kebebasan beragama dan hak individu. (*)














