KARAWANG – Zerina Banu menggelar The Raheem Story Vol 2 di Hotel Resinda Karawang pada Kamis, 13 Juni 2024.
Giat tersebut diikuti oleh perempuan-perempuan berbagai kalangan, mengusung tajuk ‘Perjalanan Mencintai Takdir’.
Zerina Banu selaku penyelenggara acara menjelaskan, The Raheem Story Vol 2 ini merupakan sekuel dari The Raheem Story Vol 1 yang bertajuk Perjalanan Sembuhkan Luka.
Baca juga: GUSDURian Bersama LBH Ansor Karawang Laporkan Guru Ngaji Terduga Pencabulan Anak
“Acara ini didedikasikan untuk perempuan-perempuan diluar sana yang sedang berjuang luka batin, menghadapi situasi tidak nyaman dan berusaha pulih dari luka-lukanya,” ujarnya saat diwawancarai.
Dalam acara ini Banu menghadirkan 2 pembicara untuk membantu 500 peserta yang hadir, melepaskan luka terpendam.
Mereka dibimbing untuk melakukan healing, mengeluarkan emosi seperti tangis, teriakan, hingga muntah.
“The Raheem Story mencoba membawa perempuan-perempuan kembali melakukan inner journey, memilih luka batin dengan menyandarkan diri kepada Allah,” terangnya.
Pembicara 1, Aniq Al Faqiroh menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi dan ia berharap sepulang acara para peserta bisa lebih menghadapi hidup dengan tenang.
“Semoga pulang dari disini lebih damai, lebih enteng karena bagian emosi yang tertumpuk telah dikeluarkan,” tambahnya.
Pembicara 2, Wiwin Sopiah mengatakan, perempuan harus melakukan healing dari dalam terlebih dahulu agar bisa pulih dari luka.
Baca juga: KPU Karawang Imbau Para Caleg Segera Serahkan LHKPN Sebelum Pelantikan
“Healing itu dari dalam, kita tidak boleh salah lagi mengartikan healing yang tidak jelas. Healing yang tepat adalah kembali ke Allah SWT,” katanya.
Terakhir, Tamu Kehormatan, Vida Rosdianti menyampaikan terimakasihnya kepada Zerina Banu karena telah menyelenggarakan acara yang luar biasa.
Menurutnya, The Raheem Story bisa menguatkan perempuan-perempuan untuk kembali pulih dari luka.
“Sangat berterimakasih kepada teh Banu, dengan adanya healing mudah-mudahan yang menjadi beban mereka semua bisa terlepaskan,” tutupnya. (*)














