Beranda News Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga yang Tinggal di Daerah Rawan Bencana

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga yang Tinggal di Daerah Rawan Bencana

21
Cuaca ekstrem
Ilustrasi Cuaca Ekstrem (Foto: Istimewa/net.)

beritapasundan.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem hingga 9 Juni 2024 mendatang.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menyebutkan, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki awal musim kemarau, terdapat sebagian wilayah Indonesia lainnya yang masih dalam masa peralihan musim.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor dinamika atmosfer seperti aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di Jawa bagian barat. Sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek.

Baca juga: Izinkan Konten Dewasa, X Terancam Kena Pemblokiran

Selain itu, teramati adanya pola pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Selat Sunda dan Laut Jawa, labilitas atmosfer yang tinggi serta adanya indikasi adveksi dingin dari selatan Jawa sehingga menyebabkan kelembapan yang tinggi di wilayah pulau Jawa.

“Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat berlangsung di sebagian wilayah Indonesia hingga 9 Juni 2024,” ujarnya dikutip dari siaran pers situs resmi BMKG pada Kamis, 6 Juni 2024.

Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani menambahkan, potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat,petir dan angin kencang diprediksi terjadi pada periode 3 – 9 Juni 2024.

Kondisi tersebut dapat terjadi di sebagian Sumatra, sebagian Jawa bagian barat, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meskipun sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi Hitam Tanpa Gula, Berikut Penjelasannya

“Dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem dapat meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” pungkasnya. (*)