Beranda Lifestyle Waspada Hujan Lebat Ketika Arus Balik, Pengemudi Diharap Bijak Gunakan Lampu Hazard

Waspada Hujan Lebat Ketika Arus Balik, Pengemudi Diharap Bijak Gunakan Lampu Hazard

16
Lampu hazard
Ilustrasi Lampu Hazard Ketika Hujan (Foto: Istimewa/net.)

beritapasundan.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca selama masa arus balik mudik cenderung hujan, dengan potensi curah di atas 70 persen.

Mengantisipasi hal ini, pengemudi yang hendak melakukan arus balik dianjurkan bersiap, khususnya saat menjumpai kondisi hujan lebat di jalan tol.

Satu sikap yang sebaiknya tidak keliru diterapkan adalah penggunaan lampu hazard, agar tidak membahayakan.

Baca juga: Jasa Marga Siapkan Lajur Contraflow Saat Arus Balik Lebaran 2024

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan, kebiasaan buruk yang masih sering dijumpai saat hujan adalah pengemudi menyalakan lampu hazard non-stop, dalam posisi masih melaju kencang.

“Kebiasaan model begini bisa membahayakan, karena pengemudi di depan dan belakang jadi kebingungan, sebenarnya (pemakai lampu hazard) mau belok kanan atau kiri,” ucapnya.

Sony mengatakan, lampu hazard sejatinya patut digunakan saat kondisi hujan, namun ada beberapa poin yang harus diperhatikan.

Poin dimaksud adalah kondisi hujan sudah sangat lebat dengan jarak pandang tidak lebih dari 10 meter, dan pemakaiannya harus dilakukan di bahu jalan.

Baca juga: Berapa Lama Waktu Yang Ideal Untuk Mengistirahatkan Mobil Ketika Mudik

“Kalau jarak pandang terbatas, itu bisa dianggap kondisi darurat dan boleh menyalakan hazard. Menyalakannya tapi di bahu jalan dan kecepatannya maksimal 50 KM/jam saja,” kata dia.

Sony menambahkan, pengemudi sebaiknya segera mencari rest area terdekat untuk menepi sejenak.

Perlu diketahui, jarak pandang pendek dinilai cukup membahayakan, jadi sebaiknya menunggu hingga hujan reda. (*)