Beranda Headline Duh! Ratusan Hektar Sawah di 19 Kecamatan di Karawang Terkena Hama Sundep

Duh! Ratusan Hektar Sawah di 19 Kecamatan di Karawang Terkena Hama Sundep

73
Para Petani melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi hama Sundep (Foto: Ist)

KARAWANG – Sekitar 310 hektare persawahan yang ada di 19 Kecamatan Kabupaten Karawang terkena hama sundep.

Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang, Dadan Danny menyebutkan, hama sundep adalah jenis hama yang menyerang tanaman padi dan saat ini terah terdata sebanyak 310 lahan sawah yang terdampak hama tersebut.

“Per laporan tanggal 28 Februari itu ada yang terserang hawa sundep yaitu batang padi, luasnya itu 310 hektare,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa, 19 Maret 2024.

Ia memaparkan, 19 Kecamatan yang terdampak antara lain Telukjambe Barat sekitar 5 hektare, Telukjambe Timur 3 hektare, Ciampel 2 hektare, Kotabaru 3 hektare, Tirtamulya 25 hektare, Jatisari 11 hektare, Cilamaya Wetan 9 hektare, Cilamaya Kulon 2 hektare, Telagasari 10 hektare, Majalaya 20 hektare, Karawang Timur 20 hektare, Rawamerta 37 hektare, Kutawaluya 18 hektare, Rengasdengklok 37 hektare, Cibuaya 60 hektare, Tirtajaya 21 hektare, Batujaya 8 hektare dan Pakisjaya 10 hektare.

Baca juga: Buka Saat Ramadhan, Tempat Spa di Karawang Dicabut Izinnya

Hama Sundep ini, kata Dadan, menyerang tanaman padi yang berusia di bawah 35 hari setelah masa tanam. Apabila terserang, tentunya menyebabkan gagal tanam.

“Kita melakukan penyemprotan di lahan yang terkena menggunakan pestisida, kemudian mengumpulkan telur-telur (hama). Kalau sudah terlalu parah, maka sudah tidak dapat dilanjutkan, harus diganti tanaman baru,” paparnya.

Dadan menerangkan, ciri-ciri tanaman yang terkena hama sundep, biasanya akan mengalami perubahan warna menjadi putih. Hama ini juga cenderung menyerang bagian batang pada tanaman padi.

Baca juga: Sebanyak 938 Warga Karangligar Jalani Ramadhan di Tengah Kondisi Banjir

Adapun sawah yang telah diberikan semprot pestisida, jumlahnya seluas 1.302 hektare. Meskipun begitu, masih ada sekitar 4.087 di 19 Kecamatan tanaman yang terancam terdampak hama sundep.

Untuk penyebabnya sendiri, dijelaskan Dadan bahwa faktor cuaca mempengaruhi perkembangan hama sundep tersebut. Terkecuali, pada kondisi panas ekstrem, telur-telur hama otomatis akan mati karena kepanasan.

“Diusahakan tanamnya harus serentak untuk menghindari hama tersebut dan supaya menghindari migran telor hama,” pungkasnya.