Beranda Headline 6.000 Penari Meriahkan Hari Tari Dunia 2025 di Karawang Lewat Tari Kolosal...

6.000 Penari Meriahkan Hari Tari Dunia 2025 di Karawang Lewat Tari Kolosal Tutungkusan

36
Tari Kolosal Tutungkusan Karawang
6.000 penari tampil memukau dalam pertunjukan Tari Kolosal Tutungkusan Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Untuk pertama kalinya, sebanyak 6.000 penari tampil memukau dalam pertunjukan Tari Kolosal Tutungkusan Karawang selama delapan jam tanpa henti dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia 2025, yang digelar di Lapangan Villagio Sumarecon Karawang, Sabtu (3/5).

Acara spektakuler ini diselenggarakan oleh Bagian Kesra Setda Karawang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang.

Kabag Kesra Setda Karawang, Irlan Suarlan, menyampaikan bahwa para penari berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat umum, guru, pelajar tingkat PAUD hingga SMA, 26 sanggar tari, serta lebih dari 200 penari profesional.

Baca juga: Karrasi19: Produk Lokal Karawang Tahan Api dan Anti Sobek Tembus Pasar Ekspor

“Ini adalah event perdana dengan tema Karawang Maju Seni Lestari. Tujuannya bukan sekadar perayaan, melainkan upaya nyata pelestarian seni tari, agar diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Karawang,” ujar Irlan.

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, turut hadir dan mengapresiasi antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan penari adalah bukti kuat bahwa eksistensi seniman di Karawang hidup dan berkembang.

“Seni tari bukan sekadar gerakan indah, melainkan sarat nilai budaya yang luhur. Karawang patut berbangga karena memiliki banyak seniman hebat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung ruang kreativitas agar seni terus hidup di tengah masyarakat,” ungkap Maslani.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Karawang, Waya Karmila, menjelaskan bahwa Tari Kolosal Tutungkusan Karawang berasal dari lagu asli Karawang berjudul Tutungkusan yang diciptakan oleh Maestro Apih Raida dengan aransemen oleh Maestro Kendang, Abah Namin.

Baca juga: Dewan Karawang Salurkan 4000 Bantuan Sembako kepada Masyarakat yang Membutuhkan

“Tutungkusan berarti pusaka Karawang atau pepernian. Filosofinya adalah membuka kembali cengcelengan, yakni pusaka budaya Karawang. Kami juga menghadirkan empat narasumber utama termasuk komposer dan pembuat aransemen, salah satunya berusia lebih dari 92 tahun,” jelas Waya.

Penampilan Tari Kolosal Tutungkusan Karawang ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, menjadi momen bersejarah dalam upaya pelestarian seni tari di Kabupaten Karawang. (*)