Beranda Kesehatan 10 Ancaman Tersembunyi di Balik Keseringan Makan Gorengan

10 Ancaman Tersembunyi di Balik Keseringan Makan Gorengan

31
Gorengan (Foto: iStock)

5. Menyebabkan Peradangan dan Resistensi Insulin
Gorengan, terutama yang mengandung lemak trans, dapat memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis adalah salah satu faktor utama dalam perkembangan berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2. Selain itu, lemak trans dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah, menyebabkan resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes.

6. Membebani Kesehatan Hati
Hati memiliki peran penting dalam memproses lemak yang masuk ke tubuh. Namun, konsumsi gorengan berlebih bisa membuat hati bekerja lebih keras untuk memetabolisme lemak yang banyak terkandung dalam gorengan. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan lemak di hati (fatty liver), yang jika dibiarkan terus-menerus bisa berujung pada penyakit hati kronis.

7. Menyebabkan Jerawat dan Masalah Kulit
Banyak orang mengalami masalah kulit seperti jerawat akibat konsumsi makanan berminyak, termasuk gorengan. Lemak berlebih dalam gorengan dapat memicu produksi sebum (minyak alami kulit) yang berlebihan, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Selain itu, minyak bekas gorengan yang digunakan berulang kali dapat mengandung zat-zat oksidatif yang berkontribusi terhadap penuaan dini dan munculnya keriput.

Baca juga: Waspada! Konten Negatif di Medsos Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anak

8. Menurunkan Kualitas Nutrisi Makanan
Proses penggorengan bisa mengurangi kadar nutrisi dalam makanan, seperti vitamin dan mineral. Misalnya, sayuran yang digoreng akan kehilangan sebagian besar kandungan vitaminnya, terutama vitamin C dan vitamin B yang sensitif terhadap panas. Ini berarti bahwa meskipun gorengan terlihat menggugah selera, kandungan nutrisinya jauh lebih rendah dibandingkan makanan yang diolah dengan cara yang lebih sehat, seperti direbus atau dipanggang.

9. Berpotensi Menyebabkan Ketagihan
Gorengan memiliki rasa yang gurih dan renyah, yang bisa membuat banyak orang sulit berhenti mengonsumsinya. Kandungan garam, gula, dan lemak dalam gorengan bisa memicu reaksi di otak yang membuat kita ingin mengonsumsinya lebih banyak. Jika tidak dikendalikan, konsumsi gorengan yang berlebihan bisa menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan dan berujung pada berbagai masalah kesehatan.

10. Memicu Masalah Kolesterol
Kandungan lemak jenuh dan lemak trans dalam gorengan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kolesterol baik (HDL).

Ketidakseimbangan ini dapat memicu aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di arteri, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.