Beranda Kesehatan 10 Ancaman Tersembunyi di Balik Keseringan Makan Gorengan

10 Ancaman Tersembunyi di Balik Keseringan Makan Gorengan

31
Gorengan (Foto: iStock)

Beritapasundan.com-Gorengan adalah camilan favorit banyak orang di Indonesia. Dengan rasa yang gurih, tekstur renyah, dan harga yang terjangkau, makanan ini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang.

Namun, meski lezat, konsumsi gorengan secara berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa risiko yang bisa muncul jika Anda terlalu sering mengonsumsi gorengan:

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Gorengan kaya akan lemak jenuh dan lemak trans, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi gorengan secara berlebihan juga dapat mempengaruhi fungsi arteri, membuatnya menjadi lebih kaku dan memperlambat aliran darah.

Baca juga: Manfaat Nangka bagi Kesehatan: Buah Kaya Nutrisi yang Menyimpan Sejuta Kebaikan

2. Menyebabkan Kenaikan Berat Badan dan Obesitas
Gorengan memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi karena metode memasaknya yang menggunakan minyak dalam jumlah besar. Kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak, dan jika dikonsumsi terus-menerus, berat badan bisa naik dengan cepat. Kenaikan berat badan yang tidak terkendali dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi.

3. Mengganggu Kesehatan Pencernaan
Makanan yang digoreng cenderung sulit dicerna oleh tubuh. Lemak berlebih dalam gorengan bisa memperlambat proses pencernaan, menyebabkan perut kembung, mual, dan rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, minyak yang sudah digunakan berulang kali untuk menggoreng dapat memicu iritasi pada lambung, yang bisa berujung pada masalah pencernaan seperti gastritis.

4. Meningkatkan Risiko Kanker
Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa berbahaya seperti akrilamida, yang diketahui sebagai karsinogen (zat pemicu kanker). Akrilamida terbentuk ketika makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang atau tepung, digoreng dalam suhu yang sangat tinggi. Konsumsi gorengan secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, khususnya kanker usus besar dan kanker pankreas.