Beranda Headline Yayasan Yatim Piatu Nahdlatul Islahiyah, Bertekad Sekolahkan Anak Panti Sampai S2

Yayasan Yatim Piatu Nahdlatul Islahiyah, Bertekad Sekolahkan Anak Panti Sampai S2

5
Nahdlatul Islahiyah
Nahdlatul Islahiyah (foto: istimewa)

KARAWANG – Berdiri sejak 1992 silam, salah satu yayasan yatim piatu di Karawang bertekad menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang S2.

Jika mencari-cari, lokasinya nampak tak terlihat meskipun berada di dekat pintu rel kereta Adiarsa Timur yang penuh mobilitas.

Tak jauh dari pintu rel, ada sebuah gang yang menghantarkan kita menuju Yayasan bernama Nahdlatul Islahiyah.

Saat masuk, kita akan melihat suasana anak kecil berlarian, digendong dan suapi, hingga anak besar yang sibuk belajar dan mengaji.

“Ada 50 anak yatim, piatu, yatim piatu dan dhuafa di sini. Usianya dari mulai bayi 0 tahun hingga remaja,” tutur ustad Pimpinan Yayasan, Ustad Jafar Shodik Al-Idrisi saat diwawancarai pada Sabtu, 8 Juni 2024.

“Asal mereka dari sekitaran wilayah Karawang, tapi ada juga dari daerah tetangga seperti Bogor, Purwakarta dan Bekasi,” tambahnya.

Sehari-harinya, mereka menjalani aktivitas semi pesantren. Dijadwalkan shalat tahajud, mengaji kitab kuning, tadarusan hingga menghapal.

Di luar itu, mereka semua yang cukup umur, disekolahkan oleh Yayasan secara layak.

“Sekolah PAUD, TPQ dan DTA di yayasan. SD, SMP, SMA dan Kuliah di luar. Semuanya kami biayai. Alhamdulillah tahun 2023 meluluskan 2 orang jenjang S1, dan kini ada yang melanjutkan S2 sambil mengabdi di Yayasan,” terangnya.

Tekad merawat dan menyekolahkan ini ia kukuhkan, karena Shodik pribadi tahu betul rasanya hidup disertai kepedihan.

Karena sekitar usia 20an, Shodik pernah dititipkan oleh orang tuanya untuk melakukan pelatihan di sebuah panti pemerintah (dinas sosial).

“Saya merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak, dulu saya perwakilan pesantren pernah dititipkan di panti asuhan untuk pelatihan selama 6 bulan. Pernah makan sampai nyari di tempat sampah. Jadi saya bertekad, anak-anak jangan sampai merasakan itu,” katanya.

Oleh karenanya, anak-anak Yayasan Nahdlatul Islahiyah akan terus disekolahkan hingga jenjang paling tinggi sekalipun.

Gedung Yayasan Pernah Terbakar

Setelah berdiri sekian lama, tentu ada suka duka yang dilalui oleh Yayasan Nahdlatul Islahiyah. Salah satu yang paling membekas adalah kebakaran.

“Pernah kebakaran tahun 2022, habis semua. Tapi ajaib, kamar anak-anak gak kebakar, padahal kayu, jendelanya juga gak kebakar. Alhamdulillah masih dilindungi,” ungkapnya.

Saat ini Shodik dan jajaran pengurus sedang berupaya membenahi sarana dan prasarana serta bertekad mendirikan pendidikan formal di yayasan.

“Kami mohon doa untuk pembenahan sarpras dan pembenahan pendidikan. Pengen ada pendidikan formal di sini, mudah-mudahan ada rezekinya,” tutupnya. (*)