Beranda Headline Waspadai Pneumonia ‘Misterius’ dari China, Dinkes DKI Imbau Masyarakat

Waspadai Pneumonia ‘Misterius’ dari China, Dinkes DKI Imbau Masyarakat

35
Ilustrasi Virus Pneumonia (Foto: Ist)

Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta soroti laporan kasus pneumonia ‘misterius’ yang belakangan terungkap.

Menurut Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI dr Ngabila Salama masyarakat perlu mengantisipasi menurunnya imunitas tubuh di masa peralihan musim, dari kemarau ke musim hujan.

Faktor kelembapan disebutnya menjadi ‘sarang’ bagi virus, bakteri, sampai jamur untuk lebih mudah bertahan hidup dan masuk ke tubuh manusia.

“Antisipasi adanya kenaikan kasus pneumonia balita di China ‘walking pneumonia’ yang kemungkinan disebabkan virus seperti adenovirus, rhinovirus, influenza, parainfluenza, COVID-19, dan mycoplasma,” ungkap dr Ngabila dalam keterangan tertulis yang diterima.”

Baca juga: iPhone 15: Inovasi Terbaru Apple yang Mengejutkan Dunia Teknologi

Pencegahan perlu digalakan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dikencangkan, diimbau untuk memakai masker di keramaian, terutama pada yang sedang sakit sebaiknya tidak keluar rumah atau memakai masker di sekolah, ruang kerja, ruang indoor lainnya juga tentunya rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” pesan dia.

Di sisi lain, usia anak maupun dewasa diminta untuk menyelesaikan imunisasi rutin lengkap gratis dari pemerintah. Untuk infeksi COVID-19, dianjurkan segera menyelesaikan vaksinasi hingga dosis keempat, masyarakat bisa mendatangi fasilitas kesehatan puskesmas dan RSUD terdekat.

Sementara kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, hingga tenaga kesehatan sebaiknya melakukan vaksin influenza.

Baca juga: Honda Kenalkan 3 Mobil Listrik dengan Desain yang Elegan dan Ciamik

“Dinkes DKI Jakarta meningkatkan sistem pelaporan individu real time kasus ISPA dan pneumonia pada anak dan dewasa di seluruh puskesmas dan 194 rumah sakit untuk memantau kondisi dan mendeteksi penyakit-penyakit baru dengan pemeriksaan laboratorium,” tegas dia.

“Dengan memeriksakan pemeriksaan PCR atau panel virus misalnya kita bisa tau seseorang terkena virus apa dan mungkin satu orang karena kondisi imunitas yang buruk bisa terkena infeksi virus sekaligus 2 atau lebih jenis virus,” pungkasnya.