Beranda Headline Wakil Bupati Karawang Serahkan Bantuan untuk Warga dan Pesantren Terdampak Banjir

Wakil Bupati Karawang Serahkan Bantuan untuk Warga dan Pesantren Terdampak Banjir

11
Kecamatan kotabaru
Wakil Bupati Karawang menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah di Cilamaya yang terdampak banjir Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi Camat Kotabaru, mengunjungi Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, yang terdampak banjir Karawang akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Banjir Karawang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan aliran Sungai Cipangulah meluap. Luapan tersebut mengakibatkan banjir Karawang di sejumlah wilayah permukiman warga, khususnya di Dusun Cariu Timur dan Perumahan Pondok Mutiara. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter dan merendam rumah warga.

Baca juga: Polres Karawang Gelar Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Anak Disabilitas hingga Tewas

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Karawang meninjau langsung kondisi lapangan serta berdialog dengan warga terdampak. Ia juga memastikan langkah-langkah penanganan banjir berjalan optimal, termasuk koordinasi bantuan dan kesiapsiagaan aparat di wilayah terdampak banjir Karawang.

Usai melakukan peninjauan di Kecamatan Kotabaru, Wakil Bupati Karawang melanjutkan agenda dengan meninjau lokasi banjir Karawang di wilayah Cilamaya. Di wilayah tersebut, Wakil Bupati turut mengunjungi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang juga terdampak genangan air.

Baca juga: Diduga Ditembak, Kasus Macan Tutul Sanggabuana Dilaporkan ke Polres Karawang

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Karawang menyerahkan bantuan kepada pihak pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap lembaga pendidikan dan masyarakat yang terdampak banjir Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang terus meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam penanganan banjir, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan terjadinya banjir susulan. (*)