
Penularan virus tersebut juga bukan hanya kontak langsung antar hewan. Penularan dapat terjadi melalui udara, bahkan manusia.
“Busa menular dari orang yang memang ngurus kandang, misalkan setelah memegang hewan yang sakit terus memegang hewan yang sehat, itu juga bisa membawa,” ujarnya.
Meski penularan dapat terjadi melalui manusia, namun ia pastikan virus tersebut hanya menyerang hewan.
Baca Juga: Sempat Mangkir, Sekda Karawang Datangi Kejaksaan
“Kalau PMK ini tidak menular pada manusia karena bukan penyakit Zoonosis. Zoonosis itu kan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, kerugiannya hanya secara materi atau bencana ekonomi terjadi hewan kurang sehat, yah pada kondisi parah hewan itu bisa ambruk,” jelasnya.
Kendati begitu, ia mengimbau masyarakat tak perlu risau ketika mengonsumsi daging yang tertular virus PMK. Sebab, tak akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia.
“Jadi masyarakat tidak usah panik dengan virus PMK ini, karena dagingnya masih bisa dikonsumsi, tetapi masyarakat harus bisa memilih hewan yang sehat,” tambahnya.
Dirinya berpesan, jika masyarakat menemukan ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang memiliki lepuh pada mulut atau mocong, lidah dan kaki serta air liur yang berlebih, bisa segera melaporkan ke Satgas PMK.
“Atau bisa menghubungi contact person ke 0877 7973 4101 (Iip Kholifah) atau ke petugas penyuluh pertanian lapangan di setiap desanya,” pungkasnya. (kii/ddi)













