Beranda Headline Viral Grup Gay di Karawang, Anggotanya Capai Belasan Ribu Orang

Viral Grup Gay di Karawang, Anggotanya Capai Belasan Ribu Orang

24
Gay karawang
Grup Gay Karawang di Sosial media Facebook (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Fenomena hubungan sesama jenis atau gay di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan publik. Sebuah grup Facebook yang berisi komunitas gay diketahui memiliki anggota aktif hingga belasan ribu orang.

Hal ini diungkap oleh Yana Aryana, Staf Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang, pada Senin (30/6/2025). Menurutnya, keberadaan grup ini sudah terdeteksi sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Grup gay di Karawang ini sudah terdeteksi sejak 2011. Saat kami melakukan pemetaan, ditemukan juga grup-grup kecil yang lebih internal di tingkat kecamatan. Di antaranya di Batujaya, Rengasdengklok, Cikampek, dan wilayah sekitarnya,” ujar Yana.

Baca juga: Bupati Karawang Larang Keras Jual Beli Kursi Saat Penerimaan Siswa Baru

Prostitusi Digital dan Open BO Online

Menurut Yana, perubahan tren teknologi telah menggeser pola prostitusi dari sistem konvensional ke ranah digital. Praktik open BO kini marak dilakukan secara online melalui aplikasi, termasuk oleh kalangan gay atau Lelaki Seks Lelaki (LSL).

“Hotspot prostitusi fisik seperti Betok Mati mulai ditinggalkan. Kini berpindah ke kos-kosan, OYO, spa, karaoke, hingga cafe. Kalangan gay pun ikut terlibat dalam sistem open BO online,” jelasnya.

Sifilis Jadi Gerbang Menuju HIV

Yana menegaskan bahwa perilaku seks menyimpang seperti pada kalangan LSL sangat rentan menimbulkan penyakit infeksi menular seksual (IMS), termasuk sifilis, yang dapat menjadi gerbang awal infeksi HIV/AIDS.

“Sifilis adalah gerbang HIV. Kalau sudah terjangkit, wajib tes HIV. Di Karawang, pada 2024 tercatat 824 kasus HIV. Populasi paling banyak terinfeksi adalah LSL, dengan 247 kasus,” ungkapnya.

Baca juga: 130 ASN Karawang Dihukum karena Tak Pakai Atribut Saat Apel

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 2024 terdapat 23.347 kasus sifilis di Indonesia. Sebagian besar di antaranya juga berasal dari populasi berorientasi LSL.

Yana berharap masyarakat Karawang semakin sadar bahwa perilaku menyimpang ini bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain, terutama dalam konteks penyebaran penyakit menular. (*)