
KARAWANG – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, pada Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Desa dari Aspek Hukum dan Akuntansi” dan diikuti sekitar 70 peserta, terdiri dari perangkat desa, anggota BPD, PKK, kepala dusun, serta pengurus RT dan RW.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNSIKA, Dr. Wahyu Donri Tinambunan, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman aparatur desa terkait tata kelola desa yang baik, khususnya dalam bidang hukum dan akuntansi.
Baca juga: Waspada! Disnakertrans Karawang Ingatkan Masyarakat Soal Penipuan Lowongan Kerja
Pada sesi pertama, Dr. Wiwin Triyunarti, S.A.P., S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum UNSIKA, memaparkan materi tentang aspek hukum dalam pemerintahan desa. Ia menekankan pentingnya tata kelola desa yang berlandaskan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
“Pemerintah desa yang baik harus dilandasi dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Itu amanat undang-undang,” paparnya.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Soni Okabrian, S.Pd., M.Ak., Dosen Akuntansi UNSIKA, yang memaparkan pentingnya sistem tata kelola desa yang transparan dan akuntabel.
“Transparansi bukan hanya soal memajang laporan di papan informasi, tapi memastikan setiap rupiah bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti yang sah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Masyarakat UNSIKA berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan desa yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing tinggi.
Baca juga: Edukasi Keluarga Berencana, Cellica Nurrachadiana Ajak Warga Karawang Wujudkan Keluarga Sehat
“Tata kelola desa yang baik diyakini menjadi kunci bagi terciptanya desa maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bengle, Adi Nugraha, mengapresiasi inisiatif kegiatan ini.
“Seminar seperti ini sangat bermanfaat. Aparat desa bisa menambah ilmu tentang tata kelola desa tanpa harus datang ke kelas perkuliahan. Ini benar-benar membantu kami,” tutupnya. (*)













