Beranda Headline Unsika Gunakan Kontainer sebagai Ruang Kelas untuk Atasi Kekurangan Fasilitas

Unsika Gunakan Kontainer sebagai Ruang Kelas untuk Atasi Kekurangan Fasilitas

30
Kelas kontainer
Kabiro Unsika, Kurniawan, menjelaskan bahwa saat ini kampus hanya memiliki 84 ruang kelas aktif, sedangkan kebutuhan ideal mencapai 162 kelas untuk melayani sekitar 18.000 mahasiswa aktif dari total 20.000 mahasiswa (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tengah menjadi perbincangan publik terkait pengadaan kontainer sebagai ruang kelas. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan mendesak ruang pembelajaran bagi mahasiswa yang terus meningkat jumlahnya.

Kabiro Unsika, Kurniawan, menjelaskan bahwa saat ini kampus hanya memiliki 84 ruang kelas aktif, sedangkan kebutuhan ideal mencapai 162 kelas untuk melayani sekitar 18.000 mahasiswa aktif dari total 20.000 mahasiswa. Kekurangan ruang kelas ini memaksa Unsika mencari solusi cepat tanpa menghentikan kegiatan belajar mengajar.

Baca juga: Pihak Rektorat Unsika Jelaskan Pembelian Kontainer untuk Ruang Kelas Mahasiswa

“Dengan kebutuhan sebanyak itu, tidak mungkin layanan pendidikan terhenti. Maka, kami membangun kelas kabin untuk memenuhi kebutuhan ini,” ujar Kurniawan saat konferensi pers di Gedung Opon Sopandji, Selasa (17/12/2023).

Wakil Rektor 2 Unsika, Safuri, menambahkan bahwa penggunaan kontainer dipilih karena proses pembangunannya lebih cepat dibandingkan gedung permanen. “Proses pembangunan gedung memakan waktu yang lama, sedangkan kebutuhan ruang sangat mendesak,” katanya.

Saat ini, kelas kabin tersebut masih dalam tahap penataan agar nyaman digunakan. Safuri menjelaskan bahwa setiap kabin akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti pendingin ruangan, kursi, jendela, dan sistem drainase. “Foto-foto yang beredar di media sosial adalah kondisi awal. Nantinya, kelas kabin ini akan diluncurkan secara resmi setelah semua fasilitas selesai ditata,” tambahnya.

Biaya dan Spesifikasi Kelas Kabin

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unsika, Indra Budiman, menyampaikan bahwa Unsika menganggarkan sekitar Rp 6,4 miliar untuk membangun 40 unit kelas kabin. Setiap kontainer berukuran 20 feet (5×6 meter) dengan biaya sekitar Rp 160 juta per unit.

“Dalam 1 ruang kelas akan digabungkan 2 kabin menjadi luas total 30 meter persegi. Kelas ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, kursi, air bersih, hingga pelapisan untuk meredam panas dan suara,” ungkap Indra.

Selain ruang kelas, rencana pengadaan juga mencakup kontainer untuk toilet, gudang, kantin, dan ruang rapat. Lingkungan sekitar kelas kabin saat ini sedang dipaving untuk mengatasi risiko becek saat hujan.

Baca juga: Insiden Konsumsi Tak Layak, Mahasiswa UBP Karawang Desak Pertanggungjawaban Kampus

Indra menambahkan, pada tahun 2025, Unsika berencana membangun gedung permanen untuk menambah ruang pembelajaran. “Kelas kabin ini adalah solusi sementara, tetapi kami tetap berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan secara bertahap,” tutupnya. (*)