Beranda Headline UNSIKA Gelar Kaleidoskop 2025, Refleksi 44 Tahun Perjalanan Kampus Negeri Karawang

UNSIKA Gelar Kaleidoskop 2025, Refleksi 44 Tahun Perjalanan Kampus Negeri Karawang

5
Kaleidoskop UNSIKA

KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Kaleidoskop UNSIKA 2025 dalam rangka memperingati 44 tahun berdirinya UNSIKA sekaligus peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Senin (2/2/2026).

Kegiatan Kaleidoskop UNSIKA 2025 menjadi ruang refleksi perjalanan UNSIKA sepanjang tahun 2025, sekaligus momentum penguatan arah pengembangan kampus sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul, berkarakter, dan religius. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh dosen perwakilan seluruh fakultas, tenaga kependidikan, serta keluarga pendiri UNSIKA.

Kehadiran keluarga pendiri dalam peringatan 44 tahun UNSIKA tersebut menegaskan kembali sejarah dan perjuangan panjang kampus hingga resmi berstatus sebagai perguruan tinggi negeri.

Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., mengatakan bahwa Kaleidoskop UNSIKA 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan sarana refleksi dan silaturahmi.

“Kaleidoskop kali ini merupakan ajang refleksi UNSIKA sepanjang 2025 dan menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga pendiri kampus, sekaligus refleksi yang berkaitan dengan Isra Mikraj,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNSIKA juga menyoroti sejumlah capaian strategis sepanjang 2025, di antaranya akreditasi internasional ACQUIN, pembangunan masjid di Kampus UNSIKA 2, serta pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dijadwalkan akan diserahterimakan pada Juni 2026.

“Kalau saya melihat dari 1982 hingga 2026, kita akan memaksimalkan penggunaan Kampus 2 karena kapasitas gedung lama sudah kurang representatif,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan fasilitas dan pemanfaatan Kampus UNSIKA 2 menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah peminat Universitas Singaperbangsa Karawang setiap tahunnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNSIKA, Dr. Dede Jajang Suyaman, S.E., M.M., menyebut usia 44 tahun UNSIKA sebagai tonggak penting dalam perjalanan institusi.

“Saya melihat kebahagiaan terpancar hari ini, baik dari keluarga penggagas maupun para pendiri. Empat puluh empat tahun bukan waktu yang sebentar,” tuturnya.

Ia menilai, perjalanan UNSIKA selama 44 tahun merupakan langkah awal untuk menjawab tantangan besar ke depan, mulai dari penambahan kelas, penguatan sarana dan prasarana, hingga peningkatan daya saing global.

“Dengan melihat tantangan zaman, semoga UNSIKA mampu mendunia melalui capaian 25 akreditasi internasional,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, lanjut Dede, UNSIKA yang saat ini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) diharapkan mampu bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Ia menekankan bahwa mahasiswa UNSIKA harus dibekali kompetensi agar mampu bersaing di era digital serta memiliki nilai tawar tinggi di dunia kerja.

“Akreditasi unggul, baik nasional maupun internasional, akan berdampak langsung maupun tidak langsung bagi mahasiswa UNSIKA,” pungkasnya. (*)