Beranda Headline Tren Kematian Bayi di Karawang Meningkat, Dinkes Fokus Gencarkan Program GESIA

Tren Kematian Bayi di Karawang Meningkat, Dinkes Fokus Gencarkan Program GESIA

58
Angka Kematian bayi
Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Suryadi (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sepanjang tahun 2024, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Karawang tercatat mencapai 215 kasus. Subkoordinator Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, dr. Eneng, menyampaikan bahwa tren AKB di Karawang terus mengalami peningkatan sejak tahun 2020.

“Angkanya sempat menurun pada 2018 hingga 2020, tetapi sejak 2020 hingga sekarang terus meningkat,” ungkapnya pada Sabtu (14/12/2024).

Baca juga: Pemkab Karawang Bentuk Tim Penertiban Aset, Fokus Rampung 2025

Data menunjukkan, kasus AKB di Karawang pada 2018 tercatat sebanyak 162 kasus, kemudian menurun menjadi 157 kasus di 2019, dan kembali menurun ke 136 kasus di 2020. Namun, pada tahun 2021 jumlah kasus meningkat menjadi 160, terus naik menjadi 178 kasus pada 2022, kemudian 203 kasus di 2023, hingga mencapai 215 kasus pada 2024.

Menurut dr. Eneng, kasus ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cacat lahir, berat badan bayi rendah, sesak napas, hingga penyakit bawaan. “Sebagian besar bayi ini lahir dari ibu hamil yang kurang sehat,” jelasnya.

Dia juga menyoroti rendahnya kesiapan ibu hamil di Karawang. Banyak di antara mereka yang tidak mempersiapkan kehamilan dengan baik, sehingga angka kematian ibu (AKI) juga tinggi. “Di tahun 2024, AKI mencapai 38 kasus, menjadikan Karawang berada di posisi ke-6 tertinggi di Jawa Barat,” paparnya.

Salah satu penyebab utama tingginya AKI dan AKB di Karawang adalah faktor 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak. Selain itu, banyak ibu hamil yang tidak membaca atau memahami buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Oleh sebab itu, tahun 2025 kami akan menggencarkan program Gerakan Sayang Ibu dan Anak (GESIA) agar tren ini bisa ditekan,” ujarnya.

Baca juga: Honor Belum Dibayar 6 Bulan, Para Pengurus Cabor Segel Kantor KONI Karawang

Langkah Pencegahan Dinkes Karawang

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Suryadi, menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil. Ia menghimbau agar ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke dokter minimal enam kali selama masa kehamilan.

“Dulu minimalnya empat kali, sekarang ditambah jadi enam kali. Pemeriksaan ini sangat penting agar masalah kesehatan ibu dan janin bisa dideteksi dan diatasi lebih awal,” jelasnya.

Dengan program GESIA dan edukasi intensif, Dinkes Karawang berharap angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya dapat ditekan secara signifikan pada tahun-tahun mendatang. (*)