Beranda Headline Tragis di Sukabumi, Bocah 4 Tahun Meninggal dengan Ribuan Cacing Gelang dalam...

Tragis di Sukabumi, Bocah 4 Tahun Meninggal dengan Ribuan Cacing Gelang dalam Tubuh

131
Cacing gelang
Foto: Ilustrasi cacing gelang

beritapasundan.com – Sebuah video berdurasi sembilan menit tentang bocah berusia empat tahun bernama Raya yang meninggal dunia akibat tubuhnya dipenuhi ribuan cacing gelang (askariasis) viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Rumah Teduh itu telah ditonton lebih dari 9,8 juta kali di Facebook. Dalam tayangan terlihat kondisi kritis Raya di ICU tanpa identitas kependudukan maupun kartu BPJS. Bahkan, cacing disebut keluar dari hidung, mulut, dan anus bocah malang itu.

Hingga kini, pihak relawan Rumah Teduh masih sulit dikonfirmasi langsung oleh detikJabar. Namun hasil penelusuran menunjukkan, Raya tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi bersama ayahnya Udin, ibunya Endah, serta kakak perempuannya yang berusia 7 tahun.

Baca juga: Warga Karawang Selatan Tolak Tambang, Kades dan Aktivis Dilaporkan ke Mabes Polri

Cacing Keluar dari Tubuh Raya

Edah (40), kerabat korban, menjadi orang pertama yang melaporkan kondisi Raya kepada relawan. Ia menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung bocah tersebut saat terbaring lemah di IGD.

“Iya, saya lihat sendiri, cacing keluar dari hidung. Awalnya dikira alat medis, ternyata cacing hidup,” ungkap Edah.

Menurutnya, keluarga tidak tahu pasti penyakit Raya. Mereka baru sadar setelah pihak relawan menunjukkan hasil rontgen yang memperlihatkan banyak cacing di tubuh anak itu.

Kondisi Keluarga Serba Terbatas

Edah menambahkan, keluarga Raya sangat kesulitan ekonomi. Tidak memiliki Kartu Keluarga maupun BPJS, sehingga perawatan semakin sulit. Ia akhirnya meminta bantuan kepada relawan Rumah Teduh untuk membawa Raya ke rumah sakit.

Bocah meninggal di sukabumi
Potret kehidupan Raya di Sukabumi yang tinggal dalam keterbatasan sebelum wafat dengan kondisi mengenaskan. (Foto: detikjabar)

Terpisah, Plt Camat Kabandungan, Budi Andriana, membenarkan kejadian ini. Ia menyebut sejak kecil, Raya hidup dalam keterbatasan dengan pola asuh yang kurang baik. Bahkan, saat bayi usia dua bulan, Raya kerap diajak ke gunung untuk mencari kayu bakar.

Baca juga: 72 Persen Warga Binaan Lapas Karawang Asli Karawang, Bupati Aep: Mereka Bisa Berubah

“Kami khawatir obat dari puskesmas tidak diberikan sesuai anjuran. Namun dari kasus ini, Pemdes hingga puskesmas akan lebih intens memantau,” ujar Budi.

Meski membenarkan kabar banyaknya cacing gelang di tubuh Raya, Budi menegaskan pihaknya belum menerima bukti dokumentasi medis resmi. (*)