Beranda Headline Tingginya Angka Perceraian Jadi Sorotan, BP4 Karawang Gelar Seminar Ketahanan Keluarga

Tingginya Angka Perceraian Jadi Sorotan, BP4 Karawang Gelar Seminar Ketahanan Keluarga

5
Angka perceraian karawang
BP4 Karawang bersama PKK dan KUA menggelar seminar ketahanan keluarga untuk menekan angka perceraian di Kabupaten Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Tingginya angka pernikahan di Kabupaten Karawang kini diikuti dengan meningkatnya angka perceraian, yang menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk menekan tren tersebut, Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar Rapat Pertemuan Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang serta Seminar Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat itu dihadiri oleh perwakilan PKK Karawang, Kantor Urusan Agama (KUA), dan tokoh masyarakat. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Ketua BP4 Pusat, Helmi Nasarudin Umar, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara BP4, PKK, dan KUA dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.

Baca juga: Gebyar PATEN Telukjambe Timur Wujudkan Pelayanan Publik Dekat dan Inklusif

“Saya ucapkan terima kasih kepada BP4 yang telah berkolaborasi dengan PKK serta KUA. Ini merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat pondasi keluarga di Karawang,” ujar Helmi.

Helmi menegaskan bahwa upaya seperti ini perlu diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar dapat menekan angka perceraian yang dinilai masih cukup tinggi.

“Langkah edukatif ini sangat penting karena perceraian dapat dicegah jika pasangan suami istri memahami nilai komunikasi, komitmen, dan kesetiaan,” tambahnya.

Baca juga: UNSIKA Meriahkan Gebyar PATEN Telukjambe Timur, Dekatkan Layanan Pendidikan ke Masyarakat

Dalam forum tersebut juga dibahas mengenai penyebab umum perceraian di era digital, salah satunya akibat tindakan micro cheating yang sering terjadi di media sosial maupun lingkungan pekerjaan. Para peserta diingatkan untuk menjaga kepercayaan dan komunikasi sebagai kunci utama membangun ketahanan keluarga.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan keluarga tangguh dan harmonis di Kabupaten Karawang. (*)