Beranda Headline Tim IPB Identifikasi 96 Spesies Kupu-Kupu di Pegunungan Sanggabuana

Tim IPB Identifikasi 96 Spesies Kupu-Kupu di Pegunungan Sanggabuana

27
Kupu-kupu
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil mendata 96 jenis kupu-kupu (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan atas temuan baru keanekaragaman hayatinya. Tim Ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan (Surili) dari Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil mendata 96 jenis kupu-kupu selama ekspedisi yang berlangsung 16 hari sejak 18 Desember 2024.

Ekspedisi ini dilakukan bersama Sanggabuana Wildlife Ranger dari Sanggabuana Conservation (SCF) dan Perum Perhutani KPH Purwakarta untuk mengeksplorasi potensi flora, fauna, serta ekosistem unik di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangkalan. Selain mendata keanekaragaman hayati, tim juga memetakan keberadaan gua-gua di kawasan tersebut.

Dari 96 spesies kupu-kupu yang ditemukan, sebanyak 83 spesies berasal dari lima famili utama. Dua di antaranya, Troides helena dan Troides amphrysus, merupakan kupu-kupu raja yang masuk dalam IUCN Red List dengan status Least Concern (LC) dan tercatat dalam Appendix II CITES. Keduanya juga dilindungi berdasarkan Permen LHK No. 106/2018.

Baca juga: Didin Sirojudin: Musda KNPI Karawang Perlu Evaluasi Demi Kemajuan Pemuda

Kupu-Kupu Sebagai Indikator Lingkungan

Candra, ketua tim ekspedisi dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata (Himakova) IPB, menjelaskan bahwa penelitian ini mencakup blok Cikoleangkak, Camp Philip, dan jalur pendakian Pancuran Kejayaan.

“Kami berhasil mendata 96 spesies dari enam famili, termasuk Papilionidae, Pieridae, dan Riodinidae. Jumlah ini bisa lebih banyak jika pendataan dilakukan di seluruh kawasan Pegunungan Sanggabuana,” ujarnya.

Baca juga: Inovasi Baru Unsika: Kelas Kabin Kontainer Siap Digunakan Januari 2025

Menurut Candra, keberagaman kupu-kupu memiliki peran ekologis yang sangat penting, seperti sebagai polinator bunga, bioindikator lingkungan, dan bagian dari ekosistem yang kompleks.

“Kupu-kupu sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti degradasi habitat dan perubahan iklim. Keragaman spesies ini mencerminkan kesehatan ekosistem di Pegunungan Sanggabuana,” tutupnya. (*)