Beranda Headline Tidak Transparan, Izin Operasional PT Santos Jaya Abadi Terancam Dicabut

Tidak Transparan, Izin Operasional PT Santos Jaya Abadi Terancam Dicabut

BEPAS – PT Santos Jaya Abadi terancam dicabut izin operasional dan mobilitas (IOM) lantaran tidak melapor 71 karyawannya yang terkonfirmasi positif ke Satgas Penanganan Covid-19 Karawang. Perusahaan yang jadi produsen kopi kemasan kapal api tersebut melanggar Surat Edaran Bupati Karawang nomor 443-5200-D/disperindag tentang pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lingkungan industri dan kawasan industri di Karawang.

Dalam surat edaran tersebut, selama satu kali 24 jam, perusahaan wajib melaporkan kondisi karyawannya, baik pekerja dalam keadaan terpapar Covid-19, maupun pekerja yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Pencabutan izin tersebut berdampak pada Surat Edaran Menteri Perindustrian nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat, yang mewajibkan perusahaan mengantongi surat izin operasional dan mobilitas.

Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Karawang, H. A. Suroto menuturkan, pihaknya sedang merekomendasikan ke pimpinan terkait sanksi yang diberikan ke PT Santos Jaya Abadi.

“Kapal Api tidak ada laporan sama sekali. Kapal Api, atas izin dari pimpinan (Bupati Karawang), kemungkinan kita berikan sanksi,” terang Suroto di ruangannya, Senin (11/1).

Meski izin operasional dikeluarkan Kementerian Perindustrian, kata Suroto, Disperindag bisa merekomendasikan untuk mencabut izin.

Disperindag, tambah Suroto, sudah mengirim surat teguran tidak hanya ke PT Santos Jaya Abadi. Namun juga ke perusahaan yang melaporkan data karyawan terkonfirmasi positif tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Suroto menerangkan, dari 954 perusahaan di Karawang, terdapat puluhan perusahaan yang tidak transparan melaporkan penanganan Covid-19. (red)