Beranda Headline Terima Kunjungan PM Timor Leste, Presiden Jokowi Dorong Kerjasama Investasi Bilateral

Terima Kunjungan PM Timor Leste, Presiden Jokowi Dorong Kerjasama Investasi Bilateral

57
Presiden Jokowi dan PM Taur Matan Ruak, memberikan pernyataan pers bersama, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (13/02/2023). (Foto: Humas Setkab/Jay) Read more: https://setkab.go.id/indonesia-dan-timor-leste-sepakati-lima-perjanjian-kerja-sama/

BOGOR- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Timor Leste, Taur Matan Ruak di Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen mendorong kerjasama investasi bilateral.

Presiden Jokowi mengungkapkan pihaknya akan mengintensifkan pembahasan pengembangan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan.

“Kita berkomitmen untuk mengintensifkan pembahasan mengenai pengembangan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan antara NTT [Nusa Tenggara Timur] dan Oecusse. Dan, untuk mendukung kerja sama ekonomi khususnya pengembangan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan, kita sepakat untuk mendorong dimulainya perundingan pembentukan Bilateral Investment Treaty,” kata Presiden, seperti dilansir dari setkab.go.id, Senin (13/2/2023)

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Pemda Lakukan Pembenahan Manajemen Pasar Tradisional

Pada kesempatan itu, Presiden pun menekankan pentingnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste.

“Saya menyambut baik terus meningkatnya hubungan perdagangan kedua negara,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menyambut baik komitmen Indonesia dan Timor Leste untuk meningkatkan konektivitas darat, antara lain melalui peluncuran perdana trayek bus rute Kupang-Dili.

“Secara khusus, saya juga mendorong agar biaya logistik transportasi laut untuk kegiatan bisnis dapat diturunkan,” imbuhnya.

Baca juga: Hadiri HPN 2023, Presiden Jokowi: Dunia Pers Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Terkait pengelolaan kawasan perbatasan, Presiden mengungkapkan bahwa kedua negara sepakat untuk segera menyelesaikan dua segmen perbatasan darat yang tersisa pada tahun ini, yaitu segmen Noel Besi-Citrana dan segmen Bijael Sunan-Oben.

“Penyelesaian perundingan batas darat ini penting untuk dapat memulai perundingan maritim serta mendorong pembangunan PLBN di Oepoli,” tutur Presiden.

Isu lain yang dibahas oleh kedua pemimpin adalah penguatan kerja sama pembangunan. Presiden mengungkapkan, sejak tahun 2006, terdapat 258 kegiatan kerja sama pembangunan Indonesia dengan Timor Leste yang melibatkan ribuan peserta Timor Leste.

Presiden juga menyampaikan, untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dalam dua tahun terakhir Indonesia telah memberikan 489 beasiswa bagi pelajar Timor Leste.

“Indonesia berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama pembangunan, terutama melalui penguatan kapasitas SDM,” tandasnya