Beranda Ekonomi & Bisnis Tekanan Jual Masif, IHSG Ambruk 8 Persen dan Kena Trading Halt

Tekanan Jual Masif, IHSG Ambruk 8 Persen dan Kena Trading Halt

6
Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual masif pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Pelemahan tajam ini dipicu sentimen negatif terkait persepsi pasar global terhadap pasar modal Indonesia.

Tekanan muncul seiring kabar mengenai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan bobot indeks Indonesia, serta adanya kekhawatiran potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Sentimen tersebut memicu kepanikan investor dan memperburuk tekanan di pasar saham.

IHSG bahkan kembali mengalami trading halt pada perdagangan pagi, sekitar pukul 09.24 WIB, setelah indeks tercatat anjlok hingga 8 persen.

Kekhawatiran akan terjadinya arus keluar modal asing (capital outflow) secara besar-besaran membuat pelaku pasar merespons dengan aksi jual agresif. Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang menjadi konstituen utama IHSG.

Aksi jual yang meluas tersebut mencerminkan meningkatnya sikap waspada investor terhadap prospek pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global dan sentimen negatif dari lembaga internasional.