Beranda Headline Tangkolak Pulih, Terumbu Karang Kembali Hidup Lewat Paranje

Tangkolak Pulih, Terumbu Karang Kembali Hidup Lewat Paranje

13
Terumbu karang tangkolak
Paranje diturunkan ke dasar laut Tangkolak sebagai rumah baru bagi ekosistem yang rusak. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Laut Tangkolak di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, menyimpan kisah panjang tentang kerusakan dan harapan baru. Kini, melalui inisiatif komunitas lokal dan dukungan berbagai pihak, perairan Tangkolak perlahan bangkit kembali.

Senin (8/9), sekelompok pria tampak sibuk merakit paranje—modul rehabilitasi terumbu karang berbahan semen. Dipimpin Dama Saputra (37), Ketua Panduan Alam Sendulang (PAS), mereka membuat “rumah laut” yang nantinya ditenggelamkan sebagai tempat tumbuh karang dan habitat ikan.

“Paranje ini nantinya jadi tempat menempel fragmen karang. Dari sana akan tumbuh koloni baru,” ujar Dama.

Baca juga: 19 Individu Macan Tutul Jawa Terekam Kamera di Sanggabuana Karawang

Sejak 1980-an, perairan Tangkolak mengalami kerusakan akibat aktivitas pencarian barang antik, penangkapan ikan dengan alat berbahaya, hingga pengambilan terumbu karang untuk pondasi rumah. Akibatnya, laut keruh dan ikan semakin berkurang.

Nanang (50), nelayan Tangkolak, mengingat masa itu. “Orang dulu potong karang buat pondasi rumah. Laut jadi korban,” katanya.

Namun titik balik datang pada 2019, saat kebocoran pipa memicu penelitian dampak lingkungan oleh Dr. Wazir Mawardi dari IPB. Ia menemukan bahwa meski rusak, terumbu karang Tangkolak masih hidup dan punya potensi besar untuk dipulihkan.

Sejak 2022, program OTAK JAWARA (Orang Tua Asuh Karang Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat) hadir melalui kerja sama PHE ONWJ, IPB, pemerintah desa, dan masyarakat. Modul rehabilitasi paranje kemudian diproduksi massal dan diturunkan ke dasar laut.

Ahmad Salman Alfarisi dari PHE ONWJ menjelaskan, hingga 2025 sudah 420 paranje ditenggelamkan di Tangkolak dengan total 3.479 fragmen karang. Hasilnya, jumlah ikan meningkat signifikan dari 748 ekor (2022) menjadi 1.467 ekor (2025).

“Kalau termasuk Indramayu, totalnya sudah 770 modul. Targetnya mengembalikan ekosistem laut,” katanya.

Baca juga: PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Tetapkan Harga IPO 2.880 per Saham

Kini, paranje bukan hanya beton di dasar laut, tapi rumah baru bagi ekosistem. Tangkolak mulai berubah, dari tempat terabaikan menjadi laboratorium hidup untuk wisata bahari, pendidikan, dan konservasi.

“Ke depan, ini bisa dorong wisata selam dan edukasi. Kami ingin Tangkolak bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga ruang belajar generasi mendatang,” pungkas Dama. (*)