Beranda Headline Tanggul Irigasi Margakaya Jebol, Ratusan KK di Telukjambe Barat Terdampak

Tanggul Irigasi Margakaya Jebol, Ratusan KK di Telukjambe Barat Terdampak

10
Tanggul jebol
Kondisi Tanggul Tarum Barat jebol yang menyebabkan banjir di permukiman warga. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Tanggul Tarum Barat jebol di Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, pada Jumat (16/1/2026) pagi. Akibat kejadian tersebut, satu dusun terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter.

Menindaklanjuti peristiwa Tanggul Tarum Barat jebol, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh meninjau langsung lokasi kejadian bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang.

Baca juga: Pembangunan Sekolah Jadi Prioritas, Bupati Karawang Turun Langsung ke Lapangan

Bupati Karawang menjelaskan, Tanggul Tarum Barat jebol sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, keretakan tanggul hanya sepanjang dua meter, namun dalam waktu singkat melebar hingga enam meter.

“Penyebabnya karena tanggul tersebut usianya sudah tua,” ujar Bupati Karawang di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, dampak Tanggul Tarum Barat jebol dirasakan oleh sekitar 400 kepala keluarga (KK), serta area persawahan yang saat ini masih dalam proses pendataan terkait luas lahan yang terendam banjir. Pemkab Karawang pun langsung melakukan langkah tanggap darurat.

Sebagai upaya sementara, Pemkab Karawang melakukan penanggulangan dengan membangun tanggul darurat menggunakan bronjong untuk menahan aliran air agar tidak semakin meluas ke permukiman warga.

Meski demikian, Bupati Karawang secara tegas meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan perbaikan permanen terhadap tanggul yang rusak.

“Penanggulangan sementara sudah dilakukan. Saya juga sudah menelepon BBWS untuk mengecilkan debit air. Yang terpenting saat ini tertanggulangi dulu, selanjutnya perbaikan permanen menjadi tanggung jawab BBWS,” tegasnya.

Ia juga menekankan agar kejadian Tanggul Tarum Barat jebol tidak kembali terulang di masa mendatang. “Ini tanggul sudah lama, jadi tolong dicek secara menyeluruh. Jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, menjelaskan bahwa di lokasi tanggul jebol terdapat bangunan sipon yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas air, terutama untuk mengairi sawah warga.

“Di titik tersebut ada sipon. Karena struktur tanggul sudah tua dan sebelumnya terlihat ada retakan, akhirnya jebol. Air irigasi masuk ke jalur sipon yang terhubung langsung ke permukiman warga,” jelasnya.

Tri menambahkan, pekerjaan perbaikan permanen kemungkinan memerlukan waktu cukup lama. Untuk sementara, penanganan darurat akan dilakukan selama tiga hingga lima hari ke depan.

Baca juga: Penertiban Bangli di Tirtajaya, Bupati Karawang Lanjutkan Penataan Saluran Air

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Badami, Niha, mengaku baru pertama kali mengalami kejadian banjir akibat tanggul jebol di wilayahnya. Ia tidak mengetahui secara pasti waktu awal kejadian.

“Saya tidak tahu jam berapa persisnya. Tahu-tahu sudah ramai karena tanggul jebol. Ini baru pertama kali wilayah Badami kebanjiran,” ungkapnya. (*)