Beranda Headline Taman Ekoriparian Karawang Rp1,5 Miliar Terbengkalai, Fasilitas Raib Dicuri

Taman Ekoriparian Karawang Rp1,5 Miliar Terbengkalai, Fasilitas Raib Dicuri

16
Taman Ekoriparian Karawang
Kondisi Taman Ekoriparian di Desa Pucung, Karawang yang terbengkalai meski menelan anggaran Rp1,5 miliar. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Proyek pembangunan Taman Ekoriparian di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang menelan anggaran Rp1,5 miliar kini terbengkalai. Sejumlah fasilitas taman bahkan hilang dicuri, membuat program ini hanya berjalan 10 hari sejak diresmikan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati (PPKH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Dede Pramiadi, menjelaskan bahwa taman tersebut awalnya dibangun berdasarkan aspirasi warga setempat. Tujuannya, untuk menghadirkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mengatasi pencemaran limbah kulit di wilayah itu.

Baca juga: DLH Karawang Pastikan Jumlah Pegawai Kebersihan Hanya 431 Orang, Bukan Puluhan Ribu

“Anggaran Rp1,5 miliar digunakan untuk penataan area taman, pembangunan vegetasi, IPAL, serta jaringan pipa dari sumber ke lokasi. Lahan itu merupakan hibah dari warga, dengan konsep awal sebagai pusat pengolahan limbah sekaligus ruang publik bagi masyarakat,” kata Dede, Kamis (28/8/2025).

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Taman Ekoriparian hanya aktif selama 10 hari, sebelum sejumlah properti seperti lampu, pompa air, jaringan listrik, hingga kabel penghubung IPAL hilang dicuri.

“Dinas sudah melapor ke kepolisian dan masih dilakukan pendataan barang yang hilang,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, taman dengan luas sekitar 380 meter persegi itu berada di lokasi terpencil, diapit lahan kosong dan area pemakaman, dengan akses jalan setapak yang sulit dilalui. Kini, kondisi taman tampak tak terawat, tidak ada penjaga, dan seluruh lampu taman sudah hilang.

DLH Karawang memutuskan mem-pending anggaran perawatan taman karena khawatir kehilangan fasilitas kembali terulang. Pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencari solusi alternatif pengolahan limbah yang lebih aman dan praktis.

Baca juga: Hadapi 1.200 Ton Sampah per Hari, Karawang Terapkan Konsep Ekonomi Sirkular

“Kami sedang menunggu arahan teknis dari kementerian. Jika sudah ada, taman ini akan direvitalisasi dengan teknologi yang lebih sederhana, tidak banyak bergantung pada komponen listrik,” tambah Dede.

Ia menegaskan, meski terbengkalai, Taman Ekoriparian sebenarnya dirancang agar bisa dimanfaatkan warga sebagai ruang edukasi, termasuk penanaman tanaman obat keluarga. Beberapa vegetasi seperti lavender dan serai telah ditanam, meski kini kondisinya tidak terurus. (*)