JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk dengan kode saham SUPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini. Pada penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), SUPA menetapkan harga sebesar Rp635 per lembar saham.
Di hari pertama perdagangan, saham SUPA langsung mengalami lonjakan signifikan dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di level Rp790 per lembar saham, mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten perbankan tersebut.
Antusiasme pasar juga tercermin dari besarnya permintaan saham. Pada hari perdana melantai, jumlah antrean bid mencapai 16.086.001 lot, menunjukkan tingginya animo investor ritel maupun institusi.
Baca juga: Jelang IPO, Superbank (SUPA) Resmi Melakukan Penawaran Awal, Harga Per Saham Dibanderol Segini
Dalam proses IPO ini, Super Bank menunjuk sejumlah perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi efek (underwriter), yakni PT Mandiri Sekuritas dengan porsi 58,67 persen, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebesar 37,61 persen, PT CLSA Sekuritas Indonesia sebesar 3,23 persen, PT Sucor Sekuritas sebesar 0,46 persen, PT Bahana Sekuritas sebesar 0,015 persen, serta PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia sebesar 0,015 persen.
Manajemen Super Bank menyampaikan bahwa dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat permodalan, mendorong pertumbuhan kredit, serta pengembangan layanan dan infrastruktur digital perbankan. Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.
Pihak Bursa Efek Indonesia menilai pencatatan saham SUPA akan menambah pilihan investasi di sektor perbankan sekaligus memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.














