Beranda News Sunarno Sesalkan Sikap Ketua DPC Nasdem Karawang yang Semaunya Sendiri

Sunarno Sesalkan Sikap Ketua DPC Nasdem Karawang yang Semaunya Sendiri

22

BEPAS, KARAWANG – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Kabupaten Karawang, Sunarno, menyesalkan sikap Ketua DPC Partai NasDem Karawang Dian Fahrud Zaman yang tidak melibatkan partai dalam pembentukan Fraksi Pangkal Perjuangan bersama beberapa partai politik lainnya beberapa waktu lalu.

Pasalnya, Menurut Sunarno, pembentukan Fraksi itu adalah jelas untuk kepentingan partai.

“Saya sangat menyayangkan sikap Ketua DPC Partai NasDem yang menganggap semaunya bisa dilakukan sendiri. Saya belum pernah diajak duduk bareng baik itu berbincang ataupun rapat resmi baik dalam menentukan atau membentuk Fraksi Gabungan di DPRD itu. Karena di partai itu banyak orang, tidak harus sendirian,” ungkap Sunarno menyesalkan.

Dikatakan Sunarno, bahwa sejak turunnya surat Peraturan Organisasi (PO) Partai NasDem pada awal bulan Juni lalu, hingga ramainya pemberitaan di media saat ini, Ketua DPC Partai NasDem belum pernah mengadakan rapat internal membahas kaitan pembentukan Fraksi Gabungan di DPRD dengan pengurus struktural DPC Partai NasDem.

“Setiap kegiatan kami selalu ada Peraturan Organisasi (PO) dari DPP Partai NasDem, termasuk pembentukan Fraksi. Kalau mengenai Pilkada belum ada PO-nya, yang baru ada PO-nya baru pembentukan Fraksi saja,” tandas Sunarno lagi.

Ia pun berharap agar kedepan Ketua DPC Partai Nasdem tidak salah langkah dalam menjalankan organisasi partainya.

“Saya juga baru mengatahui statement-statement Ketua DPD Partai NasDem itu dari media, kemudian saya tanggapi lah, namun sayangnya hingga ramai pemberitaan pun belum ada reaksi untuk menyelesaikan atau klarifikasi secara internal di kepengurusan, dan saya berharap ia bangun dari tidurnya, bahwa di partai itu tidak sendiri,” pungkasnya. (nna/kie)

Artikulli paraprakKomisi IV DPRD Purwakarta: Upah di Bawah UMK, Segera Laporkan!
Artikulli tjetërJabar Urutan Pertama Soal Pengangguran, Lulusan SMK Dianggap jadi Penyebab Utama