Beranda Headline Stok Pangan Aman, DPKP Karawang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Nataru 2025

Stok Pangan Aman, DPKP Karawang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Nataru 2025

21
Stok pangan Karawang
Gerakan Pangan Murah (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang memastikan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok (bapok) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepala Bidang Pangan DPKP Karawang, Yazid Bustomi, mengungkapkan bahwa ketersediaan 19 komoditas pangan, termasuk daging, beras, minyak goreng, gula, dan sayur-mayur, saat ini masih surplus. “Stok pangan di Karawang masih aman, bahkan surplus untuk berbagai komoditas utama,” ujarnya pada Kamis, 12 Desember 2024.

Baca juga: Ketenagakerjaan Karawang 2024: Angka Pengangguran Menurun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Hasil survei harga pangan yang dilakukan enumerator pada akhir November lalu menunjukkan harga bahan pokok masih stabil. Harga beras medium tercatat Rp13 ribu per kilogram, beras premium Rp14.500 per kilogram, dan harga kedelai Rp16.500 per kilogram. Adapun harga garam per kilogram mencapai Rp9 ribu.

Harga Stabil, Meski Ada Peningkatan pada Beberapa Komoditas

Bustomi menjelaskan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, terutama daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi. “Harga daging ayam ras saat ini Rp41.800 per kilogram, telur ayam ras Rp30.125 per kilogram, dan daging sapi Rp133.500 per kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp37 ribu per kilogram. Harga cabai rawit merah tercatat Rp45.700 per kilogram, dan cabai merah kering Rp36.450 per kilogram. “Untuk sayur-mayur, kenaikan harga hanya berkisar antara Rp300 hingga Rp1.500,” tambahnya.

Minyak goreng kemasan dijual Rp20.300 per liter, minyak goreng curah Rp17.300 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan tepung terigu curah Rp10.800 per kilogram.

Menurunnya Daya Beli Masyarakat

Meski stok pangan di Karawang melimpah, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan. Yazid menyebutkan, fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), perkembangan e-commerce, dan keterbatasan ekonomi.

“Menurunnya daya beli masyarakat sudah diprediksi oleh para pakar ekonomi,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah ini, DPKP Karawang meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menekan kenaikan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat. “Kami menjual bahan pokok dari 19 komoditas dengan harga di bawah pasar, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelas Yazid.

Baca juga: 63 Aduan Kasus PMI Asal Karawang, Dominasi Masalah di Arab Saudi

Ke depan, DPKP Karawang akan berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menggelar GPM secara rutin. “Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih murah,” tutupnya. (*)