Beranda Headline Sosialisasi MBG di Karawang Tekankan Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan

Sosialisasi MBG di Karawang Tekankan Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan

19
Sosialisasi MBG karawang
Suasana peserta sosialisasi Program MBG yang diikuti perwakilan sekolah, Puskesmas, dan masyarakat Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan menggelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Singaperbangsa, Rabu (1/10/2025).

Kegiatan ini menekankan pentingnya gizi seimbang dan keamanan pangan sebagai kunci membangun generasi sehat dan cerdas.

Acara menghadirkan dua pemateri, yaitu Frida, Ahli Gizi Dinas Kesehatan Karawang, dan dr. Dwi, Tim Kerja Kesehatan Lingkungan. Keduanya memberikan pemaparan mendalam mengenai pemenuhan gizi seimbang serta penerapan standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG.

Baca juga: Kemnaker Gelar Sosialisasi K3 di Karawang, Tekankan Perlindungan Pekerja

Frida menjelaskan, tujuan utama program MBG adalah memastikan anak sekolah, ibu hamil, dan balita mendapatkan asupan gizi seimbang serta edukasi gizi sejak dini.

“Harapan kami, anak-anak terbiasa melihat pola makan seimbang dari yang disajikan, lalu menerapkannya di rumah. Program ini hanya memenuhi sebagian kebutuhan gizi, sisanya tetap harus dipenuhi oleh keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi bagi kelompok rentan sangat penting untuk mencegah anemia dan stunting, dua masalah gizi yang masih tinggi di Karawang.

“Dengan MBG, kami berharap balita tidak stunting, ibu hamil melahirkan anak sehat, dan anak sekolah terbebas dari anemia,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Dwi menekankan aspek keamanan pangan dalam program ini. Ia mengingatkan bahwa lebih dari 200 jenis penyakit dapat ditularkan melalui makanan, sehingga standar higienitas dan sanitasi menjadi hal mutlak.

“Setiap makanan yang didistribusikan harus diberi label waktu masak dan batas konsumsi. Ini penting untuk mencegah keracunan pangan,” tegasnya.

Ia juga menyebut, setiap penyedia layanan MBG wajib memiliki sertifikat layak sanitasi dan mengikuti pelatihan penjamah pangan.

Baca juga: KPPN Karawang Dorong Optimalisasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah

“Keamanan pangan adalah investasi untuk generasi sehat dan cerdas. Standar higienitas tidak boleh ditawar,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas, sekolah, dan masyarakat dalam menjalankan program.

“Keberhasilan MBG tidak bisa hanya ditanggung satu pihak, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” pungkas dr. Dwi. (*)