
KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang tengah menyiapkan rencana jangka panjang pengembangan Kampus 2 beserta pembukaan beberapa program studi dan fakultas baru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi yayasan untuk memperkuat kapasitas akademik dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) profesional di wilayah Karawang.
Ketua Harian Yayasan Buana Pangkal Perjuangan (YBPP) Karawang, Dr. Yanti Tayo, S.Psi., M.Ikom., mengatakan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari visi besar yayasan dalam memperluas cakupan pendidikan di Karawang.
Baca juga: Bazar UMKM Warnai Kemeriahan Dies Natalis ke-11 UBP Karawang
Namun, tahap saat ini masih berfokus pada pengembangan program studi dan fakultas yang sudah ada.
“Untuk saat ini kita masih prioritas ke pengembangan prodi yang lain, mungkin juga fakultas yang lain. Tapi intinya semuanya sudah direncanakan secara bertahap,” ujar Dr. Yanti.
Ia mengungkapkan, ke depan UBP Karawang tidak menutup kemungkinan membuka fakultas baru seperti fakultas kedokteran atau program studi yang berorientasi pada profesi dan keahlian khusus.
“Kita melihat prospek ke depan, semua itu dilihat dari keahlian atau SDM yang akan kita hasilkan. Jadi bukan hanya belajar secara umum, tapi harus lebih ke profesi, seperti dokter atau bidang keahlian lain yang dibutuhkan industri,” jelasnya.
Menurut Dr. Yanti, arah pengembangan UBP Karawang juga disesuaikan dengan kebutuhan industri di kawasan Karawang, yang dikenal sebagai salah satu sentra manufaktur terbesar di Indonesia.
Baca juga: Ketua MUI Karawang: Adab Santri Bukan Pengkultusan, Tapi Akhlak Islami
“Kita menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di Karawang, supaya nanti lulusan kita bisa match dengan pasar kerja,” tambahnya.
Terkait lahan untuk Kampus 2, ia memastikan sudah disiapkan oleh yayasan. Namun, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan mahasiswa dan kebutuhan akademik.
“Lahannya sudah siap, tapi kita lihat dulu prospeknya. Sekarang kita lebih fokus ke prodi-prodi yang spesifik, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” katanya.
Selain itu, Dr. Yanti juga menyinggung rencana pengajuan izin untuk program pascasarjana (S2) yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun depan.
Baca juga: Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di PT Maypack: Laporan Mandek di Wasnaker Jabar
Ia menyebut bahwa saat ini UBP juga memperkuat aspek sertifikasi keahlian dan pelatihan mahasiswa agar memiliki daya saing lebih baik di dunia kerja.
“Sekarang kita lebih melihat ke sertifikasinya dulu, seperti sertifikasi LSP dan pelatihan. Itu sudah mulai rutin setiap tahun,” tuturnya.
“Insya Allah kita sudah progres. Harapan kita, semuanya bisa terwujud, dimulai dari hal-hal kecil dulu,” pungkasnya. (*)













