
KARAWANG – Siswa-siswi kelas 3 SMPN 1 Telukjambe Barat tetap mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) meskipun Desa Karangligar tengah dilanda banjir. Mereka terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan kondisi seragam basah akibat banjir yang merendam akses jalan menuju sekolah.
Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat, Subhan, mengatakan bahwa hari Senin (19/5/2025) merupakan hari keempat pelaksanaan ujian akhir bagi siswa kelas 3. Meski ruang kelas dalam kondisi kering, banjir masih mengepung area luar sekolah.
Baca juga: Warga Karangligar Tagih Janji Rumah Panggung, Sebagian Tolak dan Pilih Bendungan
“Besok hari terakhir ujian. Kalau kondisi besok tidak memungkinkan, kemungkinan akan dijadwalkan ulang. Saat ini kelas memang kering, tapi banjir masih tinggi di luar sekolah,” jelas Subhan.
Banjir yang terjadi secara menahun ini membuat pihak sekolah mengusulkan relokasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Menurut Subhan, SMPN 1 Telukjambe Barat setidaknya membutuhkan gedung dua lantai sebagai solusi jangka pendek untuk menghadapi banjir.
“Harapan kami sudah disampaikan ke pemerintah daerah. Jika relokasi belum bisa dilakukan, minimal ada pembangunan lantai dua. Kami sudah sampaikan ke Bupati, tapi terbentur anggaran dan ketersediaan lahan. Saya baru satu setengah tahun bertugas di sini, dan sekolah sering terendam banjir. Akibatnya, siswa terpaksa belajar dari rumah,” ujarnya.
Keisya, salah satu siswa kelas 3, mengaku lelah harus menghadapi banjir setiap hari saat ujian. Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata atas banjir yang sudah terjadi bertahun-tahun ini.
Baca juga: Banjir Rendam Dua Dusun di Karangligar, Warga Desak Tindakan Cepat
“Berangkat sekolah harus basah-basahan, tapi tetap harus ikut ujian. Banjirnya dari kemarin, sempat surut tapi naik lagi. Besok ujian terakhir, kalau seperti ini terus, kami capek,” ungkap Keisya.
Permasalahan banjir yang terus berulang di sekitar SMPN 1 Telukjambe Barat menjadi perhatian serius. Relokasi dan pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih layak menjadi harapan seluruh warga sekolah. (*)













