Beranda Headline Siswa SMK di Karawang Meninggal Diduga Jadi Korban Aksi Tawuran, Begini Upaya...

Siswa SMK di Karawang Meninggal Diduga Jadi Korban Aksi Tawuran, Begini Upaya Satgas Pelajar

35
Tawuran di karawang
Upaya Pencegahan Satgas Pelajar Melerai Aksi Tawuran (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Salah satu siswa SMK Muhammadiyah diduga menjadi korban aksi tawuran yang terjadi selasa (28/05/2024) subuh kemarin.

Koordinator Satgas Pelajar Disdikpora Karawang, Risman mengatakan bahwa menerima informasi bahwa ada salah satu siswa yang menjadi korban tawuran.

“Informasinya siswa SMK Muhammadiyah kejadian subuh pagi diduga terlibat tawuran meninggal dunia,” terangnya.

Dengan adanya kejadian tersebut Satgas Pelajar berupaya untuk mencegah terjadinya aksi tawuran antar pelajar Satuan Petugas (Satgas) Disdikpora Karawang rutin melakukan patroli. Dalam satu minggu bisa tiga kali sampai setiap hari.

Baca juga: Tolak RUU Penyiaran, Ratusan Jurnalistik Unjuk Rasa di Gedung Pemda Karawang

Koordinator Satgas Disdikpora Karawang Risman mengatakan, maraknya aksi tauran pelajar di Kota Pangkal Perjuangan, pihaknya selalu berupaya mencegah terjadinya hal tersebut.

“Setiap seminggu tiga kali bahkan sampai setiap hari kita selalu melakukan patroli,” ucapnya.

Ia mengaku, sering melalukan patroli ke tempat-tempat tongkrongan atau parkiran yang ada wilayah karawang kota. Bahkan pada saat patroli, pihaknya memberikan kontak kepada masyarakat, jika ada pelajar-pelajar yang nongkrong atau melakukan hal negatif bisa langsung hubungi kontak tersebut. “Kita sweeping dari pagi bahkan sampai malam hari,” akunya

Masih dikatakannya, meski sering melalukan patroli, namun yang namanya aksi tauran pelajar tidak bisa dihindari. Karena tentunya pihak pelajar pun menghindari satgas yang melakukan patroli.

Untuk aksi tauran pelajar dari bulan januari sampai sekarang sudah ada 10 kejadian. Diantaranya 7 orang luka-luka dan 3 orang meninggal.

“Kita hanya berupaya untuk mencegah aksi tauran pelajar, tapi tidak menjamin aksi tauran pelajar bisa terjadi. Apalagi anggota Satgas Disdikpora Karawang terbatas hanya ada 20 orang. Bahkan aksi tauran pelajar sering terjadi di malam hari dan dini hari pagi, kejadiannya diluar jam sekolah,” tuturnya.

Baca juga: Dua Anggota PPK Rangkap Jadi PKH, Begini Kata Ketua KPU Karawang

Menurutnya, pihaknya pun sudah membuat program khusus untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Dengan melakukan pembinaan ke pada siswa-siswa di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Karawang. “Pembinaan ini kita lakukan, agar para siswa tidak melakukan aksi tauran,” pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala SMK Muhammadiyah, Dede mengatakan bahwa yang menjadi korban merupakan siswa SMK Muhammadiyah.

“SMK Muhammadiyah 2, bapak sudah pindah ke SMK Muhammadiyah 3,” terangnya melalui pesannya WhatsApp. (*)