Beranda News Sharp Bangun SDM Vokasi Unggul Melalui Kolaborasi Industri dan SMK

Sharp Bangun SDM Vokasi Unggul Melalui Kolaborasi Industri dan SMK

15
Sharp class siswa karawang
PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan SDM Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang, yang dilaksanakan pada Senin (26/1/2026). 

KARAWANG – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan daya saing nasional, khususnya melalui pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diposisikan sebagai ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja terampil, adaptif, dan siap kerja. Namun demikian, kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi nyata lintas sektor.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap agenda tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan SDM Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang, yang dilaksanakan pada Senin (26/1/2026).

Baca juga: Bawaslu Karawang Perkuat Pendataan Pemilih Pemula di SLB Tunas Harapan Bangsa

Program ini menjadi wujud sinergi konkret antara dunia industri dan pendidikan vokasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Chaerudin, sebagai representasi dukungan pemerintah terhadap kolaborasi strategis antara industri dan institusi pendidikan.

Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan SDM nasional.

“Sharp Class bukan sekadar program pelatihan, tetapi upaya berkelanjutan Sharp untuk berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten dan siap kerja. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Kami percaya kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Sharp class siswa karawang
PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan SDM Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang, yang dilaksanakan pada Senin (26/1/2026).

Program Sharp Class di SMKN 3 Karawang diikuti oleh 25 siswa terpilih dan berlangsung selama dua bulan, dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri.

Baca juga: Dewave Resmi Buka Cabang Perdana di Karawang, Hadirkan Layanan Wellness Keluarga

Materi pembelajaran difokuskan pada penguasaan teori dan praktik di bidang Air Conditioner (AC), salah satu kompetensi teknis dengan permintaan tinggi di sektor elektronik dan jasa layanan.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill seperti pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, serta dasar kewirausahaan. Pembekalan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mental siap kerja dan mandiri.

Kepala SMKN 3 Karawang, Ade Mardiah Hayati, menilai Program Sharp Class sebagai model kolaborasi ideal dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi.

“Program Sharp Class memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri. Materi, metode praktik, serta keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa memahami standar kerja sesungguhnya. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi industri dan sekolah mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK,” katanya.

Baca juga: Penggalangan Dana Banjir di Jalan Raya Dilarang, Bantuan Dipusatkan di BPBD

Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 dan hingga kini telah diimplementasikan di 24 SMK di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Hingga saat ini, 893 siswa telah mengikuti program tersebut, dengan 83 lulusan di antaranya bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia. Sementara lulusan lainnya berkarier di perusahaan nasional dan internasional, serta mengembangkan usaha mandiri.

Melalui keberlanjutan Program Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus berperan aktif mendukung program pemerintah di bidang pendidikan vokasi, memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia, serta mendorong lahirnya SDM unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.

“Kolaborasi ini akan terus kami perluas ke lebih banyak SMK di berbagai daerah di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” tutup Lise. (*)