
KARAWANG – Sudah lebih dari seminggu seorang ibu asal Singosari, Kecamatan Karawang Barat, bernama Nia Kurniawati (45) mencari anaknya yang hilang. Anak laki-lakinya, Gilang (11), dilaporkan hilang sejak Kamis, 20 Maret 2025.
Sejak saat itu, Nia berusaha mencari keberadaan sang anak yang hilang dengan naik angkot dan berjalan kaki hingga ke Rengasdengklok. Ia bahkan telah menyusuri Cikampek, namun hingga kini belum menemukan jejak Gilang.
“Hilangnya Kamis, sudah seminggu. Waktu itu saya lagi tidur, dia pergi tanpa bilang apa-apa,” ujar Nia, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Baca juga: Bupati Karawang Siap Perbaiki Jalan Tanjungpura-Cikalong Jika PPK 1 Tak Bertindak
Nia menduga, anaknya menghilang karena tekanan hidup yang berat. Sebagai seorang ibu yang bekerja sebagai pengemis jalanan, ia merasa tak mampu memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya.
Selain itu, Nia juga menduga Gilang kabur lantaran mendapat tekanan dari seseorang yang memaksanya mengamen. Orang tersebut bahkan kerap melakukan kekerasan dan mengancam keselamatan anaknya jika tidak menuruti perintah.
“Dia sering dipukul, diancam juga kalau gak mau ngamen, katanya bakal dibunuh. Saya juga takut sama orang itu, kemungkinan Gilang kabur karena hal ini,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Nia masih terus mencari Gilang sambil menyebarkan poster di berbagai sudut Kota Karawang. Dengan kondisi fisik yang semakin melemah akibat asam urat, ia tetap berjuang mencari anaknya meski harus berjalan kaki.
“Belum lapor polisi, saya masih mencari sendiri. Kaki saya sudah sakit karena terus jalan nyari anak,” kata Nia.
Nia berharap ada warga yang menemukan keberadaan anaknya dan segera menghubungi kontak yang tertera di poster pencarian.
Baca juga: Pemkab Karawang Berangkatkan 810 Pemudik dalam Program Mudik Gratis 2025
“Anak saya tidak sekolah dan tidak punya teman, jadi saya bingung harus mencari ke mana,” imbuhnya.
Bagi siapa pun yang melihat atau menemukan Gilang, dapat segera menghubungi Nia di nomor 0895-0842-9978. (*)













