Beranda Headline Sebanyak 2.700 Sawah di Karawang Terdampak Hama, DPKP dan Pertani Ambil Tindakan

Sebanyak 2.700 Sawah di Karawang Terdampak Hama, DPKP dan Pertani Ambil Tindakan

7
Sawah
2.700 sawah terdampak hama tikus dan hama penggerek (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang bersama para petani melakukan gerakan pengendalian terhadap hama penyerang padi.

Pengendalian ini dipimpin oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) karena 2.700 sawah terdampak hama tikus dan hama penggerek.

“Untuk sawah yang terkena penggerek batang pada 1.900 hektare dan 800 hektare terkena hama tikus,” ujar Ketua POPT Karawang, Wahyu Abdul Aziz saat diwawancarai pada Jum’at, 21 Juni 2024.

Baca juga: Pemkab Karawang Berikan Pengurangan Pajak Kepada Pemilik Sawah

Pihaknya bersama para petani mengaplikasikan insektisida untuk hama penggerek dan memanfaatkan burung hantu jenis Pito Alba untuk pengendalian hama tikus.

Ia memaparkan, dari jumlah ribuan hektar tersebut, wilayah yang paling banyak terdampak adalah Kecamatan Rawamerta dan Tempuran.

“Rawamerta dan Tempuran cukup tinggi dibandingkan kecamatan lain,” paparnya.

Pengendalian ini, lanjut dia, akan terus dilakukan dimasing-masing kecamatan untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen.

“Kami selalu berkoordinasi untuk mengantisipasi serangan ini tidak meluas dan dilakukan pengendalian sedini mungkin,” katanya.

Wahyu menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemanfaatan musuh alami untuk mencegah hama merusak padi.

Baca juga: Giat Sosialisasi Imigrasi Karawang, BRIN Berikan Tips Ubah Mindset Bagi Pekerja Humas

Dalam hal ini, digunakan kelompok telur dan kupu-kupu agar terbang di area persemaian.

“Nanti ada 2 kelompok telur, ada yang menjadi parasitoid dan menjadi ulat. Kalau yang jadi ulat akan nempel di stemped, kalau parasitoid bisa terbang dan memparasiti telur yang lain. Jadi telur penggerek tadi diparasiti, sehingga tidak bisa menetas,” terangnya.

“Kita juga melakukan pembinaan dan merangsang petani untuk lebih semangat melakukan pengendalian,” tutupnya. (*)