KARAWANG – Suasana haru dan penuh kebersamaan terlihat di SDN Palumbonsari IV pada pagi Jum’at (1/8/2025) usai pelaksanaan shalat dhuha bersama. Di tengah lapangan sekolah yang sederhana, puluhan siswa duduk berjajar rapi dengan alas seadanya. Mereka menyaksikan momen santunan yang digelar untuk anak-anak yatim di sekolah tersebut.
Senyum bahagia terpancar dari wajah para penerima santunan saat nama mereka dipanggil satu per satu. Bingkisan yang diberikan memang sederhana, namun mampu mengukir kebahagiaan mendalam bagi mereka.
Baca juga: Bupati Aep Tegaskan Lowongan Kerja Karawang Wajib Lewat Situs Resmi Infoloker
Kepala Sekolah SDN Palumbonsari IV, Nining Rusminar, menuturkan bahwa santunan yatim ini rutin diagendakan sekolah, terutama pada momen-momen peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
“Alhamdulillah kali ini tersalurkan ke 28 anak yatim yang ada di SDN Palumbonsari IV. Ini adalah bentuk kepedulian kita kepada mereka,” ujar Nining.
Ia menambahkan, kegiatan santunan ini terlaksana berkat kolaborasi antara guru, komite, dan orang tua siswa. Bantuan yang diberikan berupa alat tulis serta uang saku diharapkan dapat membantu anak-anak yatim dalam menunjang kegiatan belajar mereka.
Lebih lanjut, Nining menyampaikan harapannya agar seluruh guru dapat lebih peka terhadap kondisi siswa, khususnya yang kurang mampu. Baginya, peran guru di SDN Palumbonsari IV bukan sekadar mengajar, melainkan juga membimbing dan merangkul siswa yang membutuhkan perhatian lebih.
Baca juga: Mahasiswa KKN UBP dan Pajero Style Farm Wujudkan Inovasi Mina Padi di Pasirjengkol
“Sebetulnya nanti ada program lagi membagikan alat sekolah, seragam, dan sepatu untuk anak-anak yang tidak mampu. Guru kami selalu mengamati, jika ada baju siswa yang sobek atau tidak layak, langsung kami tandai,” ungkapnya.
Nining menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran sekolah akan terus berkomitmen menghadirkan program-program sederhana namun bermanfaat. Melalui kegiatan seperti santunan anak yatim pada Jum’at berkah ini, ia berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. (*)














