KARAWANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari Karawang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, salah satunya melalui penguatan pelayanan gizi bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Aurora Puspitaloka, S.Gz, perwakilan RSUD Jatisari, menjelaskan bahwa pelayanan gizi di rumah sakit tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni pelayanan gizi rawat jalan, pelayanan gizi rawat inap, serta penyelenggaraan makanan bagi pasien.
“Langkah awalnya adalah melakukan screening gizi. Kami menilai apakah pasien berisiko mengalami malnutrisi atau tidak, termasuk status gizinya, apakah kurang, berlebih, atau normal,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa, 29 April 2025.
Baca juga: Pabrik Styrofoam di Karawang Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Jika hasil skrining menunjukkan pasien berisiko malnutrisi, maka akan dilanjutkan dengan pengkajian oleh ahli gizi, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan untuk menilai status gizinya secara akurat.
“Dari hasil pengkajian tersebut, kami menentukan diagnosis gizi. Kami juga mengaitkan dengan diagnosis dokter spesialis, sehingga intervensi gizi yang diberikan dapat tepat sasaran,” tambah Aurora.
Selain itu, kebutuhan kalori harian pasien juga dihitung secara cermat, untuk memastikan asupan gizi yang sesuai dengan kondisinya. Setelah intervensi dilakukan, tim gizi akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan kondisi pasien terus membaik.
Untuk pasien rawat inap, lanjut Aurora, proses penyelenggaraan makanan dilakukan secara terstruktur mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan makanan, pemesanan, hingga distribusi makanan kepada pasien. Seluruh tahapan ini dilakukan dengan pengawasan ketat.
Baca juga: Nenek 70 Tahun Tewas Diduga Dibunuh Saat Suami ke Masjid
“Kami juga rutin membuat laporan bulanan untuk mengevaluasi apakah ada kesalahan dalam pemberian diet kepada pasien,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, kasus gizi buruk yang ditangani RSUD Jatisari relatif rendah. Aurora menyebutkan bahwa kasus yang paling banyak ditemukan adalah gizi kurang pada pasien dewasa dan kasus stunting pada anak.
“Pasien dengan kondisi gizi buruk sangat sedikit. Untuk layanan rawat jalan, jumlahnya tidak sampai 20 orang. Di rawat inap, pasien dewasa dengan gizi kurang justru lebih banyak dibandingkan pasien anak,” pungkasnya. (*)














